by

Problematika Umat Kekinian

OLEH: Aswar Hasan/Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unhas

Amir Syakib Arslan (1869-1946) adalah sosok jurnalis dan intelektual Islam yang punya kepedulian mendalam atas nasib umat Islam. Tulisannya di Al Manar dianggap mencerahkan Umat Islam sehingga dia digelari Amir Al Bayan (Pemimpin yang mencerahkan). Dia kerap menuangkan pemikirannya terkait nasib dan masa depan umat Islam di Majalah Al Manar. Majalah yang dipimpin sosok pembaru Islam di awal abad 20, Syeikh Muhammad Rasyid Ridha.

Salah satu pembaca aktif Al Manar yang responsif di Indonesia; Syeikh Muhammad Basyuni Imran (1885-1976). Imam Kerajaan Sambas, Kalimantan. Beliau mengajukan pertanyaan ke Pemimpin Majalah Al Manar Syeikh Muhammad Rasyid Ridha dan meminta secara khusus agar pertanyaannya itu, diulas oleh Amir Syakib Arsalan.

Diantara pertanyaannya yang dianggap menghebohkan dunia Islam, yang hingga kini dianggap masih relevan, adalah; “Mengapa kaum muslimin mengalami kemunduran baik dalam hal agama terlebih dalam urusan dunia. Padahal, Allah sendiri telah berfirman “Dan kemuliaan itu bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang yang beriman” (Q.S. Al Munafiqun: 8 dan An Nur:55). Sementara dalam kenyataannya umat Islam terkebelakang dan terhina. Di sisi lain, apakah yang menyebabkan bangsa Barat maju, dan dapatkah kaum muslimin juga maju seperti mereka, tanpa meninggalkan Agamanya?

Pertanyaan Syeikh Basyuni Sang Imam Kerajaan Sambas itu pun dijawab oleh ke Syeikh Amir Syakib Arsalan selaku kolumnis tetap Al Manar dalam bentuk artikel yang berseri di Al Manar. Artikel Arsalan itu pun akhirnya dibukukan dengan pengantar langsung ditulis oleh Muhammad Rasyid Ridha, sang editor dan pemimpin Majalah Al Manar.

Buku dari hasil olahan jawaban atas pertanyaan Imam Kerajaan Sambas Syeikh Basyuni tersebut, diberi judul; “Limadza Taakhara Al Muslimun Wa Limadza Taqaddama Ghairuhum (Mengapa Kaum Muslimin Mundur dan Mengapa kaum selain mereka Maju). Buku itu, sangat menggugah para aktivis Islam dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia, dalam judul; “Mengapa Umat Muslim Mundur” yang diterjemahkan oleh KH. Munawar Chalil dan diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Bulan Bintang di tahun 1954. 

News Feed