oleh

Demokrasi di Bilik “Remang-Remang”

OLEH : Sholihin Bone/ Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Samarinda

Jangkar dari demokrasi adalah rakyat, inti dari demokrasi adalah tersemainya kebebasan bagi warga dalam melakukan kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, kebebasan harus dibuka seluas-luasnya demi tewujudnya penyelengaraan negara yang baik, transparan. dan berkeadilan.

Berbicara tentang demokrasi, maka penting  bagi kita untuk mengarahkan pandangan dalam memotret apa saja, unsur-unsur yang mendukung  tegaknya demokrasi. Setidanya dalam konteks ini, saya akan mengutip dari salah satu buku  berjudul “Demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Masyarakat Madani”, yang ditulis oleh A. Ubaedillah dkk. Dalam buku tersebut termaktub,   tiga unsur penting yang dapat  mendukung tegaknya perjalanan demokrasi. Yakni negara hukum, masyarakat madani dan aliansi kelompok strategis. Jika ketiga unsur ini berjalan secara paralel, maka perjalanan demokrasi akan menjadi sehat dan berkulitas.   Dari sisi negara hukum, maka konstruksinya harus mengarah pada perlindungan terhadap HAM. Kekuatan demokarsi sangat tergantung pada seberapa serius sebuah negara berkomitmen terhadap perlindungan HAM. Kritik dalam sistem pemerintahan demokrasi adalah niscaya. Tanpa kritik sulit untuk mencapai kebaikan dan kemaslahatan bersama dalam bernegara. Kritik dalam berbagai bentuk tidak boleh dikekang ataukah  dibatasi. Negara justru harus mengelola kritik itu, dengan bijak.

Unsur yang kedua dari pendukung tegaknya demokrasi adalah masyarakat madani. Lazim diketahui bahwa, masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang hidup dalam iklim  egaliter, masyarakat yang terbuka, masyarakat yang bebas dari tekanan dan dominasi negara. Dalam konteks ini, maka demokrasi akan menguat,  jika segenap warga negara mampu mengembangkan kehidupan yang egaliter, kehidupan yang setara serta mampu mengelola perbedaan secara arif. Prinsip saling asah, asih, dan asuh harus terus teraktualkan dalam sendi-sendi kehidupan bernegara.

Hanya, jika kita menoleh dalam kehidupan bernegara dewasa ini, justru sangat “gaduh”. Ruang-ruang berbangsa kita sangat riuh oleh cacian, sumpah serapah, fitnah, hoaks. Baik yang terjadi didunia realitas, lebih-lebih di dunia maya. Pada aspek lain,  dalam konstruksi masyarakat madani adalah, kesanggupan setiap warga untuk  melakukan kontrol terhadap penyelenggaraan negara secara baik, bertanggung jawab dan dilakukan secara berkesinambungan. Pada aspek koktrol maupun kritik, tentu harus dilakukan dengan kanal-kanal yang baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

News Feed