by

Bandar Divonis 20 Tahun, JPU Kukuh Hukum Mati

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Makassar memutuskan banding. Vonis 20 tahun dinilai terlalu rendah.

Terdakwa bandar narkoba, Hengky Sutejo, yang mendapat vonis itu. Vonis tersebut dinilai terlalu jauh dari tuntutan mati atas residivis narkotika yang kini sedang menjalani hukuman pidana seumur hidup dengan kasus serupa.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Makassar, Andi Khairil Akhmad mengatakan permohonan banding telah diajukan sejak Senin, 6 September.

Pertimbangan pengajuan banding dikarenakan jenis hukuman pidana yang dijatuhkan majelis hakim berbeda dengan jenis hukuman pidana yang dituntutkan JPU.

Terdakwa adalah residivis yang kini sedang mendekam karena pidana seumur hidup. Selain itu barang bukti yang ditangkap dari tangannya sangat banyak. Yakni narkotika jenis ekstasi sebanyak 4.945 butir dengan berat 2.074 gram.

“Tuntutan kami terhadap terdakwa adalah pidana mati sesuai dengan pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 1999 tentang narkotika. Nota banding telah kami serahkan sejak 6 September lalu,” kata Andi Khairil, Rabu, 8 September 2021.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Makassar Sibali mengatakan sesuai dengan di website Sistem Aplikasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Makassar JPU telah mengajukan nota banding 6 September. JPU yang ajukan banding.

“Kami belum mengirim berkas kasasi menunggu apakah terdakwa mengajukan kontra banding hingga dua pekan kedepan. Jika sampai dua pekan tidak mengajukan kontra banding, berkas banding JPU akan di kirim ke PT (Pengadilan Tinggi) Makassar,” ucapnya.

Sekadar informasi kasus ini berawal pada penangkapan 4 Agustus 2020, rekan terdakwa Hengky Sutejo yakni Heriato Hasrul, dan Sunaryo di kantor DHL Jalan Perintis kemerdekaan KM 16 Makasar. Pihak kepolisian menyita 4.945 butir ekstasi. (edo)

News Feed