by

Workshop Kebudayaan Toraja untuk Menjawab Tantangan di Era Transformasi Digital

KORANFAJAR.CO.ID, TORAJA–Menjawab tantangan zaman di era transformasi digital, Workshop Kebudayaan Toraja pun dihelat. Rencananya di gelar di Toraja, Selasa, 14 September 2021.

Dua pamaterinya yaitu, Apriadi Bumbungan, S.S, M.Hum yang merupakan peneliti budaya Toraja, dan Tarra’ Sampetoding, Budayawan/Tokoh Adat Toraja.

Apriadi Bumbungan menjelaskan, acara itu merupakan Fasilitasi Pelestarian Nilai Budaya 2021 Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNNP) Provinsi Sulsel. Temanya “Urgensi Pelestarian Pengetahuan Lokal Toraja dalam Menjawab Tantangan Zaman di Era Transformasi Digital”.

“Sekalian sama sosialisasi UU No. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan,” jelas Alumni Sastra Prancis FIB Unhas ini.

Dialog kebudayaan di Toraja sebagai rumusan strategi kebudayaan di tengah perubahan zaman, khususnya era transformasi digital.

Menurut Apriadi Bumbungan, ada ancaman bagi kebudayaan lokal akan punah kalau tidak dibuatkan strategi sama pokok-pokok kebudayaan di masa depan.

“Kebudayaan lokal harus direvitalisasi nilai-nilainya sesuai dengan konteks zaman. Biar bisa jadi media untuk bertahan hidup bagi masyarakat pemiliknya, sekaligus jadi penanda identitasnya,” ungkap lulusan Magister FIB UI ini.

Pesertanya akan dihadirkan ketua-ketua dari 32 wilayah adat yang ada di Tana Toraja dan Toraja Utara. “Rencana akan dibuka sama Bupati Torut,” ungkapnya. (*/)

News Feed