oleh

Soal Somasi Luhut, Ini Kata Djusman AR

-Fin-414 views

Dirinya pun menganggap bahwa teman seperjuangannya itu menyuarakan pendapat dikarenakan berdasarkan data yang dimilikinya.

“Jadi Bung Haris adalah bagian dari publik yang menyuarakan saran dan pendapat yang dijamin konstitusi, bahwa kalau kemudian terdapat kekeliruan apa yang disampaikan, ya klarifikasi, Haris kan sudah mengundang Luhut di Podcast nya namun Luhut memilih jalur hukum. Saya kira Bung Haris bukan aktivis esek-esek yang baru kemarin sore, dia selalu mengedepankan data yang cukup dalam mengeluarkan pendapat,” tuturnya.

“Ngapain juga mau minta maaf kalau memang yang disuarakannya itu adalah kebenaran, kan begitu,” lanjutnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa Menko Marves itu mengapa kesannya selalu mengancam seseorang yang tidak sejalan dengan dirinya.

“Luhut itukan terkesan dikenal suka mengancam-ancam orang, selalu mau mempolisikan orang, ya tentu itu tidak menunjukkan sikap kenegarawanannya. Penyelenggara negara seperti itu bukan ciri seorang negarawan, dia harus paham konsekuensi penyelenggara negara itu adalah harus siap dikritik dong, jangan selalu mau dipuji-puji,” ujar Djusman AR yang juga Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar.

Maka dari itu, sebagai kawan juang dirinya mensupport langkah Haris Azhar dalam menghadapi jalur hukum yang dilakukan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

“Sikap kami dari Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi kita memberi support serta dukungan moril, kita sesama aktivis HAM dan anti korupsi harus solid untuk ini. Saya juga sampaikan bahwa jangan pernah gentar menghadapi itu tetap semangat pada yang diyakini. Saya juga sampaikan langsung ke beliau bahwa berpegang teguhlah pada kebenaran meskipun kebenaran itu membunuhmu,” tegasnya.

Diketahui Fatia Maulidiyanti merupakan Koordinator KontraS.

Sebelumnya perseteruan Haris dengan Luhut bermula dari video percakapan dengan Fatia yang Haris unggah di kanal Youtube-nya. Dalam percakapan itu, disebut bahwa PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua. Luhut adalah salah satu pemegang saham di Toba Sejahtera Group.

News Feed