oleh

Tinggalkan Posisi Presiden IMA Makassar, Ini Pesan Aris Dwi Tjahjanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Indonesia Marketing Asosiation (IMA) Chapter Makassar menggelar malam pisah sambut Presiden IMA Makassar, Aris Dwi Tjahjanto yang pindah tugas ke Jakarta.

Executive Vice President Telkom Regional 7 Kawasan Timur Indonesia itu naik jabatan menjadi Direktur Konstruksi Telkom di Jakarta.

Di hadapan puluhan anggota IMA Chapter Makassar, Aris menyampaikan kesannya selama memimpin IMA Makassar. Bagi dia, IMA telah menjadi ruang diskusi yang banyak memberikan pelajaran seputar dunia marketing.

“Hanya di komunitas ini, saya merasa bahwa berkumpul dan berhimpun seperti ini tidak membuang waktu. Saya banyak belajar dari semua orang-orang hebat yang ada di IMA,” tutur Aris di Hotel Claro Makassar, Kamis, 9 September.

Sementara itu, mewakili seluruh Anggota IMA Makassar, General Manager Hotel Claro Makassar, Anggiat Sinaga menaruh rasa bangga terhadap sosok Aris Dwi Tjahjanto. Bagi dia, Aris merupakan sosok yang penuh semangat.

“Beliau ini adalah seseorang yang penuh semangat. Mampu menularkan semangatnya ke kita semua. Sehingga selama PPKM ini, kita tetap mampu dengan tenang mengatur strategi bisnis,” tutur Anggiat.

Harapan para anggota dihaturkan Anggiat, semoga Aris bisa sukses terus di Jakarta, dan kedepannya bisa menjadi Presiden IMA Indonesia.

Selanjutnya, untuk mengisi kekosongan posisi Presiden IMA Makassar, anggota akan berembuk untuk memilih presiden sementara, sebelum dilakukan musyawarah daerah.

Dorong Keseimbangan Pemasaran

Selama pademi Covid-19, tak bisa dipungkiri bahwa kondisi sektor bisnis mengalami tekanan. Kendati begitu, situasi ini tidak boleh didiamkan. Karenanya IMA terus komitemen mengajak para pelaku usaha dan konsumen di Indonesia senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Tugas kita adalah membantu penerapan dalam kegiatan usaha demu pemulihan ekonomi Indonesia,” beber Aris.

Ia meyakini, sektor bisnis khususnya di bidang pemasaran harus mampu berinovasi untuk menghadapi tantangan pandemi. Dimana untuk beberapa sektor usaha yang terpuruk perlu melakukan transformasi digital.

“Kita butuh keseimbangan, ada yang tetap memaksimalkan pemasaran dengan metode konvensional, dan ada pula yang memang benar-benar harus ke arah digital. Semua strategi perlu keseimbangan,” tegasnya.(maj)

News Feed