oleh

Menteri PUPR pada Orasi Dies Natalies Unhas; Kecepatan dan Inovasi,  Kunci Strategi Pembangunan Infrstruktur

Selanjutnya, strategi ketiga dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur didukung oleh team work yang solid dan irama kerja Rock and Roll. Artinya para penyelenggara infrastruktur harus memiliki karakter yang kuat, berani, dan berjiwa seni.

“Kuat berarti kompeten dan profesional, kalau berani pasti karena berintegritas dan cepat dalam mengambil keputusan, serta berjiwa seni untuk mengembangkan kemampuan melakukan inovasi dan improvisasi,” terang Meneri PUPR.

Yang terakhir, lanjut Menteri PUPR, harus ada Akhlakul karimah berarti keberadaannya dapat memberi manfaat dan rasa nyaman bagi lingkungan. “Smart is a must, but not sufficient,” ujarnya.

Keempat, pengawasan pembangunan dilakukan dengan detail dan konsisten secara berjenjang mulai tingkat pengawas hingga Menteri, bahkan Presiden, terutama untuk infrastruktur strategis yang menjadi prioritas nasional. Kelima, Kementerian PUPR selalu memastikan dan menjamin infrastruktur yang dibangun di Indonesia mulai dari desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan sesuai standar-standar yang berlaku.

Seiring dengan kecepatan, pembangunan infrastruktur juga membutuhkan peran inovasi agar memberikan nilai tambah dan sisi lain yang lebih humanis. Inovasi salah satunya sangat ditentukan oleh jiwa seni perencananya yang mempengaruhi imajinasi dan daya ciptanya yang dilanjutkan para insinyur.

“Berbagai desain infrastruktur yang spektakuler diawali dari artist drawing yang menjadi dasar para insinyur bekerja. Berbagai inovasi dengan seni dalam pembangunan infrastruktur publik juga dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat dan mampu menggugah rasa memiliki untuk merawat dan menjaga infrastruktur tersebut,” beber Menteri Basuki.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga mengajak kepada seluruh mahasiswa Universitas Hasanuddin untuk selalu belajar mengikuti perkembangan zaman yang semakin dinamis, penuh tantangan dan persaingan agar menjadi insan yang merupakan a part of solution bukan a part of problem. Dalam kesempatan itu Menteri Basuki juga menerima penghargaan sebagai tokoh peduli Universitas Hasanuddin.

Turut hadir dalam acara, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan. Endra S. Atmawidjaja, Ketua Ikatan Alumni FT UNHAS Haedar Karim, Direktur Utama PT. Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Direktur Utama PT. indah Karya Muhammad Sapri Pamulu dan Anggota LPJK Syarief Burhanuddin.

News Feed