by

Mengapa Banyak Menolak Vaksin?

OLEH: Akhmad Saputra Syarif/Alumni Fakultas Psikologi UNM

Ada banyak proyek besar di sepanjang sejarah kehidupan manusia. Salah satu diantaranya, yang telah menjadi mimpi buruk dunia hingga saat ini, adalah proyek manghatan. Proyek ini menjadi cikal bakal porak-porandanya Hiroshima dan Nagasaki karena pengembangan Nuklir yang mereka lakukan.

Satu lagi proyek besar yang akan diingat dunia, baru saja berlangsung di Serrana Brazil tahun ini adalah Proyek S. Namun berbeda dengan Proyek Manghatan, Proyek ini akan menyelamatkan banyak populasi di Dunia. Proyek S ini adalah sebuah eksperimen yang dilakukan oleh salah satu perusahaan vaksin terkemuka—Sinovac—di SerranaBrazil untuk menunjukkan bahwa umat manusia memiliki harapan untuk melawan penyebaran Virus Covid yang telah menelan banyak korban.  

Hasil dari Eksperimen tersebut menunjukkan pandemi dapat di kontrol jika tiga-perempat dari total populasi di sebuah daerah di vaksinasi menggunakan  Sinovac. Lebih mencengangkan lagi karena angka kematian turun sampai 95%, orang yang menjalani perawatan rumah sakit turun sampai 86%, dan kasus yang menunjukkan gejala turun sampai 80%. Tentu saja berita ini menjadi angin segar untuk banyak orang di dunia, apa lagi untuk banyak negara berkembang yang menggunakan Sinovac sebagai vaksin negara mereka. Namun pengharapan tersebut tidak seindah angan, meski dengan berbagai bukti ilmiahmengenaiefektivitas vaksin yang disarankan, masih banyak orang yang menolak untuk menggunakannya. Bahkan perihal ini menjadi heboh di berbagai lini dan media komunikasi masyarakat.

Dalam memutuskan perihal yang penting seperti menerima vaksin atau tidak menerimanya, sering kali manusia cukup percaya diri pada keputusan yang diambilnya. Namun banyak ahli menyatakan manusia sangat rentan oleh bias yang mereka miliki. Tanpa disadari, bias ini dapat membuat manusia memutuskan keputusan-keputusan hidup yang sebenarnya tidak berpihak pada kemaslahatan pribadi mereka.

Contohnya, Present Bias,yang di mana bunyinya adalah manusia lebih memperhatikan dampak yang didapatnya pada saat sekarang tanpa memedulikan dampak jangka panjangnya. Ke semuanya itu seperti merokok atau makan yang berlebihan, perhatian manusia pada kondisi tersebut hanya akan terpusatkan pada kondisi rileks yang diciptakan oleh rokok atau perasaan puas yang diciptakan makanan, dengan mengabaikan apa dampaknya pada masa yang akan datang.  Kondisi ini tidak jauh bedanya dengan keputusan penting vaksinasi.Beberapacontoh bias berkenaanperihaltersebutadalahavailability bias, conformity bias,atau the illusion of control.

News Feed