oleh

BNI Makassar Sulit Berkelit, Kuasa Hukum Idris Manggabarani Beberkan Bukti Baru

Menanggapi hal tersebut, Syamsul Kamar selaku kuasa hukum nasabah, memperlihatkan bukti pada media yaitu adanya form aplikasi pembukaan rekening yang belum ditandatangani oleh nasabah namun rekening baru tersebut telah terbentuk dan terdapat  transaksi keuangan di dalamnya. “Dalam pembuatan rekening baru (rekayasa/bodong), manajemen Bank BNI diduga telah melanggar SOP (Standar Operasional Prosedur) pembuatan rekening bank.

Menurutnya, tindakan tersebut melibatkan beberapa pihak dan membutuhkan persetujuan berjenjang (manajemen) sehingga pelanggaran prosedur ini dilakukan terstruktur dan sistematis.

Kuasa Hukum Nasabah Jelaskan Indikasi Dugaan Pelanggaran SOP Manajemen Bank BNI

“Dalam kasus ini, kuat dugaan manajemen tidak menerapkan prinsip KYC (know your customer) dengan tidak memverifikasi data nasabah pada sistem CIF (Customer Information File) yang terdaftar dalam bank. Tidak dilakukannya dual control dan prinsip kehatia-hatian dalam segala bentuk tindakan pelayanan perbankan” ungkap Syamsul Kamar.

Syamsul Kamar menjelaskan, pada level supervisor, diduga tidak melakukan otorisasi yaitu verifikasi dan validasi oleh pihak yang berwenang, bahwa aktivitas atau transaksi sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan Bank. Serta adanya transaksi nominal besar tanpa call-back (konfirmasi) kepada pemilik rekening sehingga manajemen (mulai dari level operasional, supervisor hingga pimpinan cabang) diduga lalai dan terlibat dalam tindak kejahatan tersebut.

Pihak Bank Mencoba Mengaburkan Pokok Permasalahan ke Publik

Dalam rilis resmi kuasa hukum Bank BNI, Ronny LD Janis, menghimbau agar semua pihak menghormati dan menunggu proses hukum yang saat ini sedang berjalan dan menahan diri untuk membuat pernyataan-pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan pencemaran nama baik dan/atau kabar bohong (hoax) yang mendiskreditkan klien kami (Bank BNI).

“Sangat disayangkan jika pihak Bank BNI meragukan dana nasabah senilai Rp 45 Miliar di rekening tabungan, dan mencoba mengaburkan pokok permasalahan dengan hanya melihat kasus ini sebagai pemalsuan deposito semata oleh oknum. Namun pelanggaran SOP dan prinsip kehati-hatian pada pembukaan 8 rekening rekayasa/bodong oleh manajemen Bank BNI Makassar serta terjadinya pemindahbukuan tanpa sepengetahuan nasabah (callback) dari rekening Andi Idris Manggabarani ke rekening rekayasa tersebut,” ungkap Syamsul Kamar.

News Feed