oleh

BNI Makassar Sulit Berkelit, Kuasa Hukum Idris Manggabarani Beberkan Bukti Baru

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — Kasus hilangnya dana simpanan milik pengusaha asal Sulawesi Selatan, Andi Idris Manggabarani, di Bank BNI Makassar senilai 45 Miliar Rupiah menggegerkan industri perbankan. Seringnya terjadi dugaan penggelapan dana nasabah di Bank BNI, mengindikasikan kelemahan sistem pengawasan dan pengamanan di internal Bank BNI.

Menurut kuasa hukum nasabah, Syamsul Kamar, pihak Bank BNI dinilai tidak berbenah dengan pengetatan regulasi sebagai langkah preventif dalam pencegahan kejahatan perbankan. “Kasus tersebut harus diteliti dengan seksama, mengingat bahwa kasus ini tidak berhenti pada pemalsuan bilyet deposito saja, namun dikurasnya dana nasabah melalui rekening rekayasa/bodong dan terjadinya transaksi nominal besar tanpa sepengetahuan nasabah.” ungkap Syamsul Kamar.

Bantahan Kuasa Hukum Nasabah, terkait rilis resmi Kuasa Hukum Bank BNI. Dimana pihak Bank BNI telah mengeluarkan rilis resmi melalui kuasa hukumnya, Ronny LD Janis. Dalam rilis tersebut, pihak Bank BNI telah melakukan investigasi dan mengungkapkan ada tiga temuan utama dalam investigasi tersebut.

Ada tiga temuan utama dalam investigasi yang dilakukan BNI. Pertama, bilyet deposito tidak pernah diterbitkan oleh kantor cabang. Kedua, deposito tidak tercatat di sistem Bank BNI. Ketiga, BNI tidak menemukan adanya setoran dana nasabah untuk pembukaan deposito tersebut.

Kuasa Hukum Andi Idris Manggabarani, Syamsul Kamar memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut. Kuasa hukum menyebutkan bahwa dana senilai 45 Miliar Rupiah tersebut telah tersimpan (existing) di tabungan Andi Idris Manggabarani selaku pemilik rekening. Berdasarkan pemeriksaan Mabes POLRI pada klien kami, dengan bukti transkrip rekening koran, ditemukan aliran dana dari tabungan nasabah ke rekening rekayasa (bodong).

Bareskrim Mabes Polri Telah Menetapkan Satu Trsangka

Ronny LD Janis, selaku kuasa hukum pihak Bank BNI dalam rilisnya mengungkap bahwa Polri telah menetapkan MBS sebagai tersangka, serta telah dilakukan penahanan. Selain itu, Ronny menyebutkan bahwa Bareskrim Polri saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana dari peristiwa pidana tersebut. Termasuk penelitian atas transaksi pada rekening-rekening penerima dana, guna membuat terang peristiwa pidana ini.

News Feed