by

Ini Daftar Jalan Butuh Rekayasa Arus

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rekayasa jalan dibutuhkan. Untuk beberapa titik pengerjaan dan galian jalan di Kota Makassar.

Hal ini mengingat, aktivitas tersebut sangat rentan dengan kepadatan hingga terjadinya kemacetan. Akibatnya, titik itu rawan mengganggu pengguna jalan.

“Kami di Dinas Perhubungan kota juga merasa resah, gelisah,” kata Kasi Rekayasa dan Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Irlan, Senin, 13 September 2021.

Titik-titik itu di Jalan Arif Rate, Sultan Hasanuddin, dan Balai Kota. Namun, pihaknya perlu mempertanyakan perihal apakah pengerjaan itu berlangsung sekian bulan saja atau sekian tahun.

“Kami bersama kepolisian yang ingin melakukan rekayasa jalan bingung, karena belum tahu sampai kapan waktunya. Contoh di Jalan Balai Kota, saat itu kami lakukan perubahan karena ada galian yang dibuat oleh BUMN. Ternyata dia tutup setengah jalan, akhirnya yang mau kami sampaikan ke masyarakat juga bingung,” keluh Irlan.

“Jadi kalau mau bertanya, berapa titik yang mau direkayasa, saya juga masih memerlukan informasi yang valid sampai kapan pengerjaan beberapa ruas jalan itu,” ungkapnya.

Ia sendiri, berharap ada interaksi dengan masyarakat melalui platform media, entah itu dari Fajar FM atau Fajar TV. Hal itu agar pihaknya dapat memperoleh informasi dari masyarakat.

“Contoh lain, di Jalan Bontolempangan sampai di depan SD Mangkura itu hampir tiap sore terjadi kepadatan. Hal itu karena beberapa persimpangan itu terdapat galian,” bebernya.

Sebelumnya, lanjut Irlan, ada rekayasa di Jalan Penghibur dan Jalan Haji Bau, tetapi tidak lama kemudian dikembalikan semula.

Dalam UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang berhak melakukan rekayasa lalu lintas ialah kepolisian. Dishub membantu dalam memberikan sarana dan prasaran seperti rambu pertunjuk dan larangan. Termasuk mem-back up personel.

Dishub belum tahu lokasi mana yang akan diubah, tetapi pada prinsipnya rekayasa lalu lintas ada yang bersifat insidentil, seperti saat upacara 17 Agustus.

Sedangkan, yang bersifat permanen belum ada. Karena pihaknya juga masih menunggu arahan wali kota, semisal jika ada event maka ada rekayasa.

News Feed