by

Perbankan Punya Sistem Keamanan Canggih, Penyelewengan Sangat Sulit Terjadi

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — Kasus dugaan penggelapan dana nasabah salah satu kantor cabang bank di Makassar saat ini geger di publik, meski kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian. Kasus ini lantas mulai kembali memunculkan ketidakpercayaan sebagaian masyarakat terhadap perbankan.

Menanggapi itu, Ekonom dari Universitas Hasanuddin, Abdul Madjid Sallatu menilai kebanyakan kasus penggelapan sekarang ini merupakan kasus yang individual, atau kesalahan nasabah bank. Sebab kata dia, sistem perbankan sejauh ini sudah dioperasikan secara baik dan efektif. Demikian pula dalam kaitan pengawasan dan keamanan dana nasabah.

“Pengawasan secara internal saja setiap institusi perbankan itu sudah berfungsi secara terstruktur. Belum lagi kehadiran pengawasan eksternalnya. Karena itu, saya juga heran kalau ada dana nasabah besar, seperti kasus di Makassar ini justru tidak aman dananya,” kata Madjid.

Madjid mengemukakan, perbankan bahkan telah didukung dengan teknologi mutakhir soal sistem keamana dana nasabah. Begitu juga dengan sistem tata kelola manajemen administrasi yang mendukung operasi perbankan.

“Ini tentu akan sangat sulit sebenarnya terjadi penyelewengan dana dalam sistem perbankan,” tegasnya.

Meski demikian, kata dia, bukan berarti bank tidak bisa lalai atau membuat kesalahan. Bagaimana pun teknologi dan tata kelola yang ada saat ini masih harus dioperasikan oleh manusia, sehingga masih bisa terjadi kesalahan dan menimbulkan masalah.

Dalam hal sumber daya manusia yang mengelola perbankan, Madjid memang meyakini kalau perbankan juga senantiasa meningkatkan kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia-nya.

“Tapi kan kepiawaian perangkat staf perbankan bisa lebih canggih daripada teknologi mesin bila ingin melakukan praktek-praktek tidak terpuji. Tentu ini sangat tidak menguntungkan baik bagi perbankan maupun nasabahnya sendiri,” jelas lulusan Master of Art di University of the Philippines itu.

Lebih lanjut, ditegaskannya, dalam kebanyakan kasus penggelapan dana nasabah, kalau sudah memasuki ranah hukum, maka semua pihak harus menunggu keputusan hukumnya saja.

“Tapi, perlu diingat dalam kondisi perekonomian sekarang, kita banyak berharap dari penguatan institusi perbankan untuk berperan optimal dalam menggerakkan perekonomian. Oleh karena itu semua pihak kiranya ikut menjaga institusi perbankan di sekitar kita, termasuk nama baiknya. Bahwa ada kekurangan dan kelemahan, ya, tentu saja masih ada. Yang pasti, jasa perbankan masih tetap diperlukan oleh semua pihak,” tukasnya. (*)

News Feed