oleh

Wow! Ada Kampung Jamur Bikinan UNM

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat terobosan. Mewujudkan kampung jamur dan industri pengolahan sampah di Kabupaten Gowa, Sulsel.

Hal tersebut terungkap dalam acara pelepasan Program Matching Fund Kedaireka 2021 di Lantai 6 Gedung Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar, Senin (13/9/21).

Tim Matching Fund Kedaireka UNM dilepas langsung Wakil Rektor Bidang Akademik UNM Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum. Dalam sambutannya, Hasnawi menyatakan, matching fund kedaireka UNM yang dilepas merupakan gelombang ketiga.

“Pertama kita melepas ke Soppeng, kedua kita melepas ke Gowa juga pada pekan lalu. Sekarang kita melepas 2 tim matching fund ke Gowa lagi, sudah ada empat tim yang kita lepas. Masih ada beberapa lagi yang akan kita lepas,” katanya.

Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial itu menuturkan, matching fund kedaireka diharapkan memberikan kontribusi terhadap kinerja utama UNM. Yang terlibat mulai mahasiswa, dosen, industri, dan kampus lain.

“Tentu rekognisi sesuai dengan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka, jelas. Ini sangat berkontribusi dalam penungkatan indikator kinerja utama UNM. Insyaallah UNM akan mengawal program kementerian ini dengan baik, ” ucapnya.

Seperti diketahui, UNM untuk matching fund kedaireka mendapatkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Dikabarkan, anggaran matching fund kedaireka pada tahun mendatang akan dinaikkan lima kali lipat.

Tahun ini hanya Rp250 miliar.

“Dari Rp250 M saja, UNM dapat Rp2,5 M. Kalau naik lima kali lipat, tentu kita berharap UNM dapat lebih lagi. Tapi itu bukan tujuan utama,” sambungnya.

Harapannya, UNM menjadi corong perubahan dalam mendesiminasikan ide, riset, dan pengabdian pada masyarakat. “Dan ini telah kita optimalkan dari kegiatan-kegiatan MBKM,” terang Hasnawi.

Sementara itu, dua ketua tim yang lolos, Hartati dan Prof Oslan kompak menyampaikan bahwa kegiatan matching fund ini melibatkan puluhan mahasiswa.

“Ada dari teknik, ada dari MIPA, bahkan ada yang dari Institut Teknologi Sumbawa,” kata Oslan yang diaminkan Hartati.

Oslan menyampaikan, industri pengolahan sampah akan dipusatkan di Kecamatan Pattallassang, sementara Kampung Jamur akan dipusatkan di Bontomarannu.

News Feed