by

Pergantian dan Nama Ibu Hambat Insentif Detektor

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Pencairan insentif tim detektor masih menunggu waktu. Berkas mereka masih diurus kelurahan dan kecamatan.

Kendalanya, menurut pemkot, yakni seputar pergantian detektor di tengah jalan. Juga ada yang tidak memasukkan nama ibu kandung di buku rekening yang mereka buka. Hal itu berdampak pada lambannya insentif yang cair.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan kendala detektor berupa SK. Apakah SK induk di Makassar Recover ataukah SK Master. Ia bilang, hal itu sudah diselesaikannya.

“Saya bilang master saja karena banyak sekali. Kalau induk besar sekali, makanya per kecamatan saja. Insyaallah kita sudah jalan, uangnya ada kok, lengkap,” kata Danny, sapaannya, Selasa, 14 September 2021.

Selain kendala SK, dia menyebut ada kendala rekening. “Rekening bermasalah karena para detektor lupa memasukkan nama ibu kandung. Tapi tidak ada-mi masalah itu. Hitung-hitung, tabung-tabunglah,” ungkapnya.

Ditanya perihal berkas softfile yang lengkap, namun berkas fisik yang belum, ia menuturkan hal itu dikarenakan banyaknya pergantian anggota tim detektor.

“Kan, ada pergantian-pergantian di tengah jalan itu yang bikin banyak perubahan. Kacau, kan. Tapi tidak-ji, insyaallah,” tuturnya.

Apalagi, detektor kini juga dilibatkan dalam program vaksinasi 100 persen per RT.

Kordinator Detektor Kelurahan Antang Jumiati mengungkapkan, honor detektor insyaallah akan dibayar, hanya terlambat karena persoalan data. Selain itu, silih bergantinya detektor juga menjadi soal.

Problemnya, tentang identitas seperti data KTP, NPWP, dan nomor rekening sehingga tidak ada koneksi. Sehingga beberapa kali itu diminta diganti.

“Tapi, sudah rampung datanya, katanya tinggal menghitung hari ini, sudah rampung semua tinggal dikirim-ki,” katanya.

Sejauh ini, ungkapnya, belum ada waktu ketentuan kapan cair. “Mereka bertanya-tanya. Cuma belum ada ketentuan hari ini, bulan ini. Cuma kita sudah rampungkan semua data detektor. Dari kecamatan bilang tunggu, menghitung hari mi,” ungkapnya.

Jumlah detektor di Antang sendiri ada 162 orang. Ia juga menjelaskan, detektor baru sekali turun serentak pada awal pembentukan tetapi pekerjaan detektor masih berlangsung hingga sekarang. Termasuk beraktivitas di RT RW dalam melaporkan kasus, positif covid-19 dan sebagainya. (bus)

News Feed