by

Ternyata Pemerintah Diam-diam Impor Cabai, Ini Negara Pemasoknya

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komoditas cabai di Sulsel saat ini kelebihan stok. Meski stok melimpah, pemerintah masih saja mengimpor cabai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor cabai sepanjang semester I-2021 sebanyak 27.851,98 ton. Nilainya mencapai 59,47 juta dolar AS. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan realisasi impor pada Semester I-2020 sebanyak 18.075,16 ton dengan nilai 34,38 juta dolar AS.

Impor cabai terbesar dari India dengan volume 24.606,32 ton, disusul Tiongkok sebanyak 3.062,54 ton. Sementara Malaysia, Spanyol, dan Australia juga menjadi negara pengimpor cabai ke Indonesia pada Semester I-2021.

Pemerintah berdalih, impor itu dalam bentuk cabai kering. Alasannya, stok cabai kering di dalam negeri menipis. Tak mampu memenuhi kebutuhan industri. Ini peluang, petani jangan langsung menjual cabai basah, lebih menguntungkan jika dikeringkan.

Salah seorang petani asal Enrekang, Benny Arman, membeberkan kondisi petani cabai yang kian memprihatinkan. Saat ini harga di pasaran hanya Rp3.000 perkilogram. Bahkan ada yang menjual Rp1.000 perkilogram lantaran kualitas terus menurun.

“Ini tidak mampu menutupi biaya operasional. Petani terus merugi,” bebernya, Senin, 13 September.

Dia mengatakan, penyebab anjloknya harga karena panen melimpah. Di sisi lain, pemerintah justru melakukan impor. Semestinya, kata dia, pemerintah beri subsidi bagi petani. “Cukup Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram. Jadi kami ingin pemerintah subsidi,” jelasnya.

Dia menyayangkan pemerintah justru tak hadir di tengah-tengah petani cabai. Saat harga naik, pemerintah aktif, namun saat harga anjlok pemerintah abaikan petani.

“Stok melimpah, ditambah lagi daya beli masyarakat ikut menurun. Kami harap segera ada solusi,” tambahnya.

Kepala Seksi Sayur Bidang Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel, Sarijuddin, meminta petani bersabar. Kata dia, ada kesalahan perhitungan masa panen. Akibatnya dengan hasil yang melimpah, harga cabai anjlok cukup besar.

Di Jeneponto dan Gowa misalnya, kata dia, di pasaran hanya Rp3.000 saja perkilogram. Padahal dulunya bisa mencapai Rp40 ribu perkilogram. “Kondisi ini mungkin akan terjadi hingga masuk musim penghujan November nanti,” bebernya.

News Feed