oleh

Jeli Manfaatkan Peluang, Petani Milenial di Bantaeng Raup Sukses Berkat Ternak Sapi

FAJARKORAN.CO.ID, BANTAENG — Petani milenial asal Bantaeng, Ikhsan, benar-benar jeli melihat peluang. Dengan memanfaatkan lahan di zona hijau, Ikhsan mampu mengembangkan ternak sapi. Pundi-pundi rupiah bernilai tinggi pun sukses diraihnya.

Semangat petani milenial ini sejalan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurut Mentan SYL, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid 19.

“Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas Mentan SYL.

Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri terus berupaya membangun dan mewujudkan regenerasi petani dengan target 2,5 juta akan lahir petani serta wirausaha muda pertanian.

Melalui program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) Kementan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas generasi muda.

Mentan SYL mengharapkan kalangan petani milenial mampu menjadi tumpuan pembangunan pertanian bagi kekuatan perekonomian nasional.

“Selain itu, diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja bagi penduduk pedesaan dan mengurangi kemiskinan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan, peluang keterlibatan generasi muda di sektor pertanian sangat besar, karena bonus demografi yang dicirikan dengan dominannya jumlah penduduk usia produktif.

Ikhsan, Sarjana Pendidikan berusia 35 tahun ini memilih kesuksesan untuk menjadi peternak sapi di sela aktivitasnya untuk berbagi ilmu. Ikhsan adalah salah satu penerima manfaat program YESS.

Dengan luas lahan 1 hektare (ha) yang dimilki, Ikhsan membabat pohon coklat yang ia miliki dan menggantinya dengan menanam rumput gajah untuk pakan ternak sapi.

“Awalnya saya melihat sapi milik tetangga, dan saya tertarik untuk mengikuti jejaknya beternak sapi. Lalu saya mulai mempelajari cara budidaya dan perawatan ternak sapi secara otodidak. Modal awal saya hanya memiliki 1 sapi betina kemudian membeli lagi 1 sapi dan setelah sapinya melahirkan. Saya fokus membudidayakan sapi brangus dan limousin. Rencana kalau ada penambahan, mau beli sapi Friesian Holstein (FH) dan Simental supaya lebih bervariasi sehingga bisa dipadukan dan disilangkan supaya hasilnya lebih bagus,” ujarnya.

News Feed