by

Lambannya Vaksinasi untuk Disabilitas

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR  —  Penyandang disabilitas menjadi salah satu kategori yang rentan terpapar Covid-19. Untuk itu pemerintah pusat telah memasukkan mereka kedalam kategori prioritas untuk mendapatkan vaksin.Meskipun telah diprioritaskan dan aksen vaksin tidak lagi sulit, namun vaksinasi untuk kategori tersebut masih rendah. Dinas Kesehatan mencatat baru 187 penyandang disabilitas yang sudah mendapatkan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari mengatakan, tidak menentukan target untuk penyandang disabilitas karena mereka masuk dalam kategori masyarakat umum.

Menurut Ichsan Mustari, akses vaksin telah diberikan dengan memperhatikan aksesibilitas para penyandang disabilitas. “Kita tidak memiliki target untuk mereka, sama saja seperti masyarakat umum,” ungkapnya, Rabu (15/9).

Ichsan mengaku, tidak ada persyaratan khusus untuk penyandang disabilitas mendapatkan vaksin, mereka dapat memilih di gerai-gerai vaksin yang tersebar di kota ataupun di daerah.

“Kami tidak punya persyaratan khusus, kami mempersilahkan mereka untuk bisa mendapatkan akses vaksin karena kami sudah mempertimbangkan mereka,” papar Ichsan.

Sementara itu, Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan Keluarga Difabel, Abdul Rahman mengatakan, tidak ada masalah dalam aksesibilitas penyandang disabilitas.

Namun, katanya lanjut, berita-berita hoax yang ramai diberitakan mengenai efek samping negatif dari vaksin membuat banyak penyandang disabilitas ragu untuk vaksin. “Masalahnya hanya itu, berita hoax yang lamban diproses membuat mereka takut divaksin,” ujarnya.

Rahman mengaku, lambannya gerak pemerintah dalam memberantas hoax membuat banyak keluarga atau penyandang disabilitas menolak untuk divaksin karena takut efek samping yang dapat mempengaruhi kesehatan.

“Karena ada pengalaman, yang sudah divaksin polio tapi nyatanya masih kena juga, itulah mengapa masih kurang,” jelas pria akrab disapa Guntur itu.

Respon cepat pemerintah dalam pemberitaan hoax dan gencarnya sosialisasi mengenai amannya vaksin mungkin akan membuat penyandang disabilitas berubah pikiran untuk vaksin.

“Intinya sosialisasi mengenai vaksin, harus sering dilakukan karena kalau akses vaksin kami sudah tidak sulit,” pungkas Rahman. (rls/mukhlis/fajar)

News Feed