oleh

Tak Alergi Kritik, Amran Berdialog dengan Tokoh Masyarakat

FAJARKORAN.CO.ID, WAJO — Sikap yang patut diapresiasi ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo dalam mencari solusi terbaik penanganan banjir, khususnya di sekitar Pasar Sentral, Sengkang.

Tak alergi dengan masukan dan kritikan yang positif, Pemkab Wajo di bawah kepemimpinan Dr Amran Mahmud, secara khusus menggelar rapat dan dialog dengan melibatkan sejumlah tokoh masyarakat yang berada di kompleks pertokoan pasar terbesar di Wajo itu, Rabu (15/9/21) malam.

Bertempat di ruang pola, Bupati Wajo Amran Mahmud hadir langsung memberi pengarahan, sekaligus mendengar berbagai masukan. Orang nomor 1 di kabupaten yang memiliki 14 kecamatan ini, didampingi sejumlah kepala OPD, Camat Tempe dan Lurah se-Kecamatan Tempe.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Wajo, Andi Muh. Baso Iqbal menyampaikan, permasalahan banjir di Pasar Sentral, salah satu penyebabnya karena drainase sudah tidak mencukupi untuk menampung air hujan. Ditambah perlintasan air yang terhambat oleh jalanan dan banyaknya sampah, serta material didrainase. Akibatnya aliran air terhambat.

“Selain itu, terhambatnya aliran air di drainase karena diakibatkan oleh lapisan beton duker ke rumah warga dan sulit dilakukan pembersihan di drainase karena tumpukan lapisan beton duiker dibeberapa rumah warga,” papar Andi Muh Baso Iqbal

Bahkan, lanjutnya, adanya pembangunan d atas drainase ikut mengakibatkan tersumbatnya aliran air dan sulit untuk dibersihkan. Menurutnya, salah satu upaya untuk penanganan jangka pendek dilakukan pembongkaran beton jalan masuk rumah atau ruko warga dan dilakukan pembersihan drainase. “Kalau pemilik membangun kembali agar sesuai dengan spesifikasi yang ada sehingga mudah dibersihkan ketika tersumbat,” tegasnya.

Untuk duiker jembatan ruko yang tidak tersumbat, kata Andi Muh. Baso Iqbal, dibuatkan lubang agar petugas dapat masuk untuk mebersihkan drainase tersebut.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Wajo, Andi Aso Ashari mengungkapkan, penyebab banjir kawasan Pasar Sentral, karena adanya luapan air dari Jalan Dahlia yang tebagi ke Jalan Veteran, Jl. Nusa Indah, Jl. Sumatera, Jl. Kalimantan, Jl Sulawesi, Jl. Jawa, Jl. A. Magga Amirullah dan Jl. RA Kartini, dimana terkumpul di seputaran pasar sebelum terbuang ke sungai.

News Feed