oleh

Bakar Rumah Pendeta karena Sakit Hati

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sakit hati kadang tak pandang bulu. Namun, juga mudah diidentifikasi.

Termasuk Geraldus (45), seorang koster (penjaga kebersihan gereja). Ia merasa telah difitnah yang berujung dipecat dari Gereja Toraja Jemaat Bukit Tamalanrea, Sabtu, 18 September 2021.

Lantaran sakit hati, ia berniat membakar rumah Ketua Gereja Toraja Klasis Makassar Timur, Pendeta Lukas Duyung (49) di Jalan Perintis Kemerdekaan IV.

“Karena dia tuduh-ka sering main judi, makanya saya dipecat. Padahal pegang kartu pun saja tidak pernah,” kata Geraldus, Minggu, 19 September 2021.

Ia hendak melampiaskan sakit hatinya dengan berniat membakar rumah Lukas Duyung. Geraldus beraksi dengan cara melemparkan bensin yang ditaruh di dalam botol plastik mengarah ke sepeda motor yang terparkir di halaman rumah Lukas.

Dilakukan saat kompleks sepi, pukul 01.00 Wita, Minggu, 19 September 2021. Beruntung, api itu hanya membakar sepeda motor karena cepat disadari pemilik rumah.

“Mungkin karena firasat yang kuat saya tiba-tiba terbangun dan melihat api di luar. Saya bangunkan orang di rumah dan api itu langsung dipadamkan oleh istri saya yang menyiramnya,” kata Lukas.

Lukas kemudian menelepon polisi. Kemudian diakui datang polisi yang ia perkirakan berjumlah 50 orang karena dikira bom.

“Tetapi, ternyata bukan. Bukan pula bom molotov karena tidak ada ledakan dan botolnya juga hanya plastik berisi bensin,” ujar Lukas.

Setelah diselidiki, terbongkar bahwa pelakunya Geraldus yang juga tidak jauh tinggal dari rumah Lukas. Sekitar pukul 04.00 Wita, pelaku dibekuk di rumahnya. Ia mengakui perbuatannya itu dan menceritakan bahwa ia melakukannya karena sakit hati.

Lukas menepis pengakuan Geraldus bahwa ia menuduhnya telah bermain judi sehingga ia dipecat.

“Tidak pernah itu. Tiga hari lalu saya kasi ingat dia. Saya bilang kalau menyapu di gereja jangan caranya begini, tidak bersih. Itu sapu lidi yang bagus dipakai supaya bersih ini gereja,” kata Lukas.

Lukas pun mengatakan mengimbau kepada seluruh jemaatnya untuk tak perlu panik. Ia menegaskan kejadian ini murni masalah pribadi. “Jadi bukan agama,” tegasnya.

News Feed