oleh

Cucu Pendiri Darul Istiqamah Sayangkan Terhentinya Transformasi Pesantren

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR — DR Munawir Kamaluddin, cucu KH Marzuki Hasan, pendiri Pesantren Darul Istiqamah, Maccopa, angkat bicara soal kisruh internal di sana. Akademisi yang dosen tetap pada Pascasarjana UIN Alauddin Makassar itu menyayangkan keriuhan yang ujungnya membuat proses transformasi pesantren terhenti.

“Padahal, konsep transformasi untuk membawa pesantren lebih baik, profesional, dan mandiri itu sudah bagus. Kalau kembali ke pola lama, Darul Istiqamah tidak akan maju-maju,” ucapnya, Selasa (21/9/2021).

Dia mencontohkan salah unit pendidikan di Darul Istiqamah, Spidi, yang menjelma menjadi sekolah favorit dan berkualitas. Konsep modern dengan tidak meninggalkan konsep islami membuat sekolah tersebut jadi “rebutan” setiap penerimaan siswa baru.

“Terpenting, lembaga pendidikan itu sudah bisa mandiri secara finansial. Tidak lagi ke konsep lama yang mengandalkan sumbangan,” ucap Wakil Ketua DPP BKPRMI itu.

Munawir yang lahir dan tumbuh di Darul Istiqamah juga merasa sudah waktunya bersuara. Sebab, nilai dia, konflik internal sudah begitu liar dan bahkan telah menjadi konsumsi publik. Padahal, idealnya menurut Munawir adalah perseteruan yang melibatkan beberapa anak KH Arif Marzuki, pembina utama Darul Istiqamah, diselesaikan di dalam rumah layaknya sebuah keluarga, bukan di media sosial.

“Saya tahu betul bahwa ini konflik antarsaudara. Bukan antara ayah dan anak. Kebetulan om saya, Ustaz Arif, kini condong ke salah satu kubu namun saya yakin itu karena beliau mendapat tekanan dan diproteksi dari kubu satunya lagi. Mestinya Ustaz Arif berdiri di tengah, agar masalah ini bisa diselesaikan,” imbuh Munawir.

Munawir menekankan kepada pihak pesantren untuk segera melakukan rekonsiliasi internal. Sebab bila berlarut-larut, tidak ada satu pun pihak yang diuntungkan.

“Yang ada hanyalah korban-korban. Sebut saja Muzayyin Arif misalnya, yang dalam persoalan ini ditempatkan sebagai pesakitan. Padahal selama ini menurut saya dia adalah hero untuk Darul Istiqamah. Keterlibatannya memimpin pesantren beberapa tahun belakangan membawa banyak dampak positif. Kok sekarang dizalimi seperti itu,” ucap Munawir.

News Feed