oleh

Warga Panciro Mengadu ke Anggota Dewan Soal Kelangkaan Pupuk

KORAN.FAJAR.CO.ID, GOWA  —  Sejumlah warga Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, yang umumnya bekerja sebagai petani, mengadu ke anggota DPRD Gowa, Diana Susanti Tunru, yang melakukan reses, Senin (20/9).

Para warga petani ini, mengadu ke anggota dewan, terkait kelangkaan pupuk di daerahnya. Selain itu, juga mengeluhkan  Program Keluarga Harapan (PKH), serta Bantuan Langsung Tunai  (BLT) yang dianggapnya tidak dibagi rata oleh Kepala Desanya.

Menanggapi keluhan para petani tersebut, Diana Susanti Tunru, yang merupakan anggota DPRD Kabupaten  Gowa dari Fraksi PAN, Diana Susanti Tunru, mengakui akan menampung keluhan masyarakat tersebut. “Keluhan ini, dinilai berakar dari kepala desa mereka. Masyarakat menilai Kepala Desa Panciro tidak bijak atau tidak adil dalam menjalankan tugas,” sebutnya. 

Dikatakan Diana Susanti, dirinya banyak mendapat keluhan dari masyarakat terhadap pembagian bantuan, oleh kepala desa tidak adil dalam pembagiannya, karena ada yang kurang mampu tapi tidak mendapat bantuan, sementara ada yang hidupnya berkecukupan justru mendapatkan bantuan.

“Kami akan menampung aspirasi masayarakat tersebut, dan kami akan membicangkan permasalahan ini dengan pemerintah yang mengurus bantuan tersebut. Tujuannya, agar dapat tersalurkan secara merata serta mengusahakan ketersediaan pupuk bagi petani,” terang Diana Susanti.

Kesempatan ini, Diana menyampaikan kalau aktivitasnya selama reses, berinisiatif untuk membagikan Sembilan bahan pokok (Sembako) kepada 90 KK (Kepala Keluarga). “Per rumah atau per KK itu isinya rata-rata 4 orang. Jadi, jumlah sembako yang dibagika untuk 360 orang. 1 KK dapat 2 paket sembako,” ungkapnya.

Salah seorang warga, Nur mengakui, adanya reses anggota dewan, turut membantu warga menyampaikan uneg-unegnya. “Terlebih lagi, kami diberi paket sembako, berisi minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, kopi hitam, the, cemilan satu bal, bumbu masakah, tepung serbaguna, satu kardus biskuit balita, dan margarine,” tuturnya. (wis/mukhlis)

News Feed