oleh

AGPM kembali Mendatangi BPK RI Sulsel dan Kejari Makassar

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Aliansi Gerakan Pejuang Masyarakat (AGPM), kembali menggelar aksi unjuk rasa damai, dengan mendatangi Kantor Badan Pemeriksa Keuanga (BPK) RI Sulawesi Selatan, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Selasa (21/9/2021).

Kedatangan AGPM yang dipimpin Jenderal Lapangan (Jenlap) Ariel Hamid, tetap mempersoalkan pengusutan pengelolaan Koperasi Serba Usaha (KSU) Bina Duta, yang disebut tidak pernah membayarkan sewa atau jasa produksi atas 37 kios yang terletak di basement Pasar Butung kepada PD Pasar sejak Januari 2019 hingga saat ini.

“Atas kasus yang berlarut-larut, maka kami dari Aliansi Gerakan Pejuang Masyarakat, sangat menduga adanya penyalahgunaan anggaran dalam pengelolaan Pasar Butung,” jelas Ariel Hamid.

Untuk itu, Ariel Hamid menegaskan, AGPM mendesak BPK RI Pusat, agar segera menurunkan hasil Audit Pasar Butung. “Karena kami telah melalukan kordinasi dengan BPK RI Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, pada tanggal 17 september 2021, tetapi sampai saat ini belum ada hasil auditnya yang keluar dari BPK RI Pusat,” ujarnya.

Disbutkan Ariel, bila hasil audit Pasar Butung tersebut sudah dikeluarkan BPK RI, maka Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, bisa menindaklanjuti dan bisa menangkap dan menahan calon tersangka pengelola pasar butung.

“Apabila BPK RI Pusat tidak segera mengeluarkan hasil audit Pasar Butung, maka akan kami akan kembali melakukan aksi besar besaran. Malahan, kami meminta bubarkan saja BPK RI karena tidak serius dalam menjalankan tugasnya,” tegas Ariel Hamaid.

Malahan Ariel Hamid menilai, jika Kejari Makassar tidak bisa menangkap dan menahan calon tersangka pengelola Pasar Butung, maka pihaknya (AGPM) menilai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar melakukan persekongkolan bersama Pengelolaan Pasar Butung.

Ariel kemudian menceritakan, kasus yang saat ini telah memasuki tahapan penyidikan pertanggal 13 Januari 2021, telah terperiksa lebih dari 10 saksi. Mereka adalah pihak terkait, mulai dari PD Pasar, KSU Bina Duta, hingga pedagang.

“Maka dari itu, kami dari AGPM mendesak BPK RI Pusat agar segera memberikan kejelasan hasil audit Pasar Butung secepatnya, dan Kejari Makassar agar secepatnya menangkap dan menahan calon tersangka pengelola Pasar Butung,” tegas Ariel.

News Feed