oleh

Bupati Enrekang Sebut Tenaga Pendamping Gizi sebagai Pahlawan Stunting

-Fajar, Sulsel-152 views

KORAN.FAJAR.CO.ID, ENREKANG –- Bupati Enrekang, Muslimin Bando memberikan apresiasi terhadap pertemuan Evaluasi Program Gammara’na dengan tema pendampingan dalam pemanfaatan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil Tingkat Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan di Bambapuang villa & restaurant, Rabu (22/9).

“Saya memberi gelar pahlawan stunting kepada para Tenaga Pendamping Gizi yang ada di desa lokus,” jelas Muslimin Bando, ketika membuka kegiatan evaluasi Program Gammara’na, kerja sama Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang ini.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Provinsi Sulawesi Selatan, H. Moh. Husni Thamrin, SKM., M.Kes bersama dengan Kepala Seksi Gizi, Tim Koordinasi Provinsi Prof Dr H. Veni Hadju, M.Sc, Ph.D., Prof Dr Arlin Adam, SKM, M.Kes., Dr Nadimin, SKM, M.Kes., dan Dr Andi Alim, SKM, M.Kes.

Menurut Bupati Enrekang, stunting merupakan tanggung jawab negara karena jika stunting terjadi keberadaan penduduk menjadi beban Negara, dengan demikian semua sektor wajib bergerak bersama untuk melakukan penanggulangan dalam menagani stunting di Kabupaten Enrekang.

“Kabupaten Enrekang sebagai bagian wilayah Indonesia bisa berpartisipasi menurungkan beban negara tersebut,” ujar Muslimin Bando.

Kegiatan pertemuan Evaluasi Program Gammara’na di tingkat Kabupaten Enrekang, menghadirkan narasumber,  di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan daerah (Bapelitbanda) Kabupaten Enrekang; Kepala UPT Puskesmas Buntu Batu; Kabid Kesmas Diskes Prov. Sulsel; Tim Koordinasi Provinsi Prof Dr H. Veni Hadju, M.Sc, Ph.D., Prof Dr. Arlin Adam, SKM, M.Kes.; dan Tenaga Pendamping Gizi Desa Mendatte dan Kelurahan Tomenawa.

Kabid Ekonomi Sosbud Bappeda Enrekang, Aris Yasin dalam materinya memfokuskan program berdasarkan data, oleh karena itu konvergensi berhasil ketika analisis situasi di lakukan dengan baik.

Sementara Kabid  Kesmas Diskes Provinsi Sulsel, Husni Thamrin menyatakan, kunci keberhasilan dalam penanggulangan stunting adalah perubahan perilaku seperti perilaku pola makan, pola asuh, perilaku pemelihara kehamilan, maupun perilaku menjaga kebersihan.

Narasumber lainnya, Prof. Arlin Adam dalam materinya, membahas soal praktik, baik yang dilakukan Kabupaten Enrekang telah melahirkan Peraturan Bupati (Perbup) yang menetapkan besaran alokasi 10% dana desa untuk penanggulangan stunting.

News Feed