oleh

Tempe

OLEH: Itji Diana Daud

Untuk memenuhi Kebutuhan akan kedelai di Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin melaksanakan program pengembangan Kedelai di Sulawesi Selatan. Program ini bekerja sama direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian  tahun 2021. Lokasi penanamannya di 15 kabupaten di Sulawesi Selatan dengan melibatkan 131 orang pendamping petani. 

Tujuan penanaman kedelai di Sulsel untuk mencegah impor kedelai, yang jumlah diimpornya 7 kali lipat dari produksi lokal. Volume impor kedelai hingga tahun 2020. BPS mencatat impor kedelai sebesar 2,48 juta ton dengan nilai mencapai USD 1 miliar. Rendahnya produksi kedelai di Indonesia mengakibatkan para produsen olahan kedelai menggantungkan usahanya dari bahan impor. Menurut Kementerian Pertanian, kebutuhan kedelai Sebagian besar dipenuhi oleh kedelai impor asal Amerika Serikat. 

**

Kedelai merupakan bahan baku tempe dan tahu, sumber protein bagi masyarakat Indonesia. 

Petani malas menanam kedelai karena nilai jual ditingkat petani sangat rendah dan juga banyaknya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Kedua hal tersebut membuat petani menjadi lebih banyak rugi dibanding untung. Tetapi karena permintaan masyarakat sangat tinggi untuk tempe  menyebabkan pengusaha atau pabrik tempe melakukan impor  kedelai.

***

Solusi  yang akan diusahakan untuk memenuhi kebutuhan kedelai adalah mengembangkan benih kedelai lokal yang unggul   tahan terhadap serangan OPT, produksi tinggi dan biji kedelai besar.

Sehingga budidaya kedelai lebih murah, sehingga petani akan kembali giat menanam. Mengapa saat ini tempe semakin diminati oleh masyarakat karena  enak dimakan dan mudah diolah, sangat kaya akan nutrisi, protein, vitamin B , serat , zat besi, kalsium  dan mineral lainnya, tidak mengandung koleosterol.  Tempe mengandung prebiotik yang baik untuk pencernaan. Prebiotik adalah sejenis serat yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan. Tempe bagi yang mau diet sangat baik karena merangsang thermogenesis yang mengarah pada peningkatan metabolisme  dan membantu tubuh membakar lebih banyak kalori setelah makan. Tempe terbuat dari kedelai yang mengandung senyawa tumbuhan alami yang disebut isoflavon. Isoflavon dapat membantu menurunkan kadar koleosterol total dan koleosterol jahat secara signifikan. Selain itu Isoflavon memiliki sifat antioksidan dan mengurangi stress oksidatif.  

News Feed