oleh

Advokat Senior Pimpin FPI Sulsel

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Front Persaudaraan Islam (FPI) Sulsel dinakhodai advokat senior. Dia adalah Faisal Silenang.

Deklarasi dilakukan di Masjid Darut Taubah, Jalan Taman Makam Pahlawan (TMP), Jumat (24/9/2021). Deklarasi itu hanya diikuti puluhan pengurus dari berbagai daerah kabupaten dan kota di Sulsel. Sebab, patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Ketua FPI Sulsel Faisal Silenang menegaskan yang terbentuk ini bukan afiliasi dari Front Pembela Islam. “FPI ini sekadar singkatan saja,” kata Faisal yang dikenal sebagai pengacara senior itu.

FPI yang terbentuk ini, kata Faisal, mengedepankan ukhuwah, persatuan dan kesatuan, serta menjaga silaturahmi untuk menjadikan Islam sebagai rahmatanlilalamin .

“Jadi di sini tidak ada afiliasi dengan Front Pembela Islam. Di sini tidak ada imam besar. Habib Rizieq sekarang harus untuk sementara tidak masuk dalam struktur ini,” sambungnya.

Faisal juga menegaskan bahwa FPI ini tidak ada lagi kata jihad. Seperti menggerebek penjual minuman keras dan lain-lain.

Front Persaudaraan Islam ini juga dibentuk untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan UUD 1945. Agar tetap utuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. “Jadi jika ada lagi yang bisa menganggu FPI,” ujarnya.

Sekretaris Front Persaudaraan Islam Firdaus Malie mengatakan FPI sudah ada di 17 kabupaten/kota di Sulsel. Hanya saja untuk jumlah anggota baru diinventarisasi karena baru melakukan deklarasi.

“Belum diinventaris karena kami baru deklarasi. Jadi kami bersikap konsolidasi internal dulu. Tapi, yang jelas setiap DPW punya anggota minimal seribu,” tambahnya saat melakukan konferensi pers di Markaz Syariah DPD FPI Sulsel, Masjid Darut Taubah. (mum)

News Feed