oleh

Ekspedisi Lingua PA Edelweis FIB Unhas, Teliti Rumpun Bahasa Austronesia

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-Terkait Ekspedisi Lingua yang dilaksanakan oleh UKM PA Edelweis dengan berlatar tempat di Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju. Sore tadi 20 September 2021, Tim Ekspedisi bertemu dengan Bupati Mamuju dan melakukan presentasi mengenai ekspedisi yang akan dilakukan.

Dengan memaparkan mengapa Ekspedisi ini dilaksanakan, mengapa berlokasi di Kalumpang, dan tujuan dari Ekspedisi ini. Di dalam presentasi tersebut Afil sebagai Pimpinan Operasi dan Rahma sebagai ketua panitia memaparkan konsep didalam Ekspedisi ini.

Afil mengatakan bahwa untuk wilayah Kalumpang sendiri belum ada peneliti Indonesia yang meneliti Isolek Panasuang di Kecamatan Kalumpang, yang ada hanya penelitian Arkeologis yang berhasil menemukan banyak situs—salah satunya yaitu Minanga Sipakko yang diperkirakan berusia 3.800 tahun. “Situs tersebut diyakini merupakan peninggalan orang-orang penutur bahasa Austronesia,” ujarnya.

Penutur bahasa Austronesia tersebut memiliki rumpun bahasa yang tersebar di beberapa negara termasuk Indonesia, bangsa Austronesia sendiri diperkirakan sampai di Indonesia pada 4.500 BP.

Berdasarkan penemuan Arkeologi tersebut memunculkan hipotesis sementara dari Tim Ekspedisi yaitu isolek yang terdapat di desa sekitar Kecamatan Kalumpang bisa saja merupakan Rumpun Bahasa Austronesia tertua yang terdapat di Indonesia.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengapresiasi kegiatan Ekspedisi Lingua ini dan siap membantu memfasilitasi selama kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Kalumpang.

Adapun harapan dari Bupati Mamuju itu sendiri yakni dengan adanya penelitian-penelitian yang dilakukan di Kecamatan Kalumpang mampu menarik perhatian pemerintah pusat sehingga dapat memberikan dampak positif bagi Kabupaten Mamuju pada umumnya dan Kecamatan Kalumpang khususnya akan kekayaan nilai-nilai budaya yang ada di sana. (*/ham)

News Feed