oleh

Kapolres Enrekang Berikan Materi pada Peluncuran Program Literasi Digital Nasional

KORAN.FAJAR.CO.ID, ENREKANG  —  Kapolres Enrekang AKBP DR. Andi Sinjaya, SH, S.IK, MH, didaulat memberikan materi pada Peluncuran Program Literasi Digital Nasional dengan tema “Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial”, Sabtu (25/9).

Kegiatan yang berlangsung melalui aplikasi zoom Meeting, dengan Keynote Speech Gubernur Provinsi Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi, dan narasumber Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya Ghalib, SH., S.IK, MH, Pimpinan Fullday Daarul Qur’an Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd., MC Wedding Sumut, Manager Albezits Clinic Deli Serdang M. Rizky Wijaya, S.M., Anggota Dewan Perpustakaan Provinsi Sumut Alkaushar Lingga, M.Pd.

Dalam kesampatan tersebut, Kapolres Enrekang membawakan materi tentang keamanan digital dengan tema “Penipuan di Rana Digital”.

Andi Sinjaya menjelaskan, kemajuan dunia digital memberikan peluang munculnya penipuan online. Sayangnya, kemajuan teknologi dan juga aktivitas online saat ini dimanfaatkan beberapa oknum untuk melancarkan kejahatan siber.

“Para penipu memanfaatkan teknologi baru, produk atau layanan baru, untuk mengarang cerita yang dapat dipercaya untuk memanipulasi Anda. Memberikan uang atau data pribadi Anda,” ungkap Andi Sinjaya.

Menurutnya, hampir separuh dari pengguna internet mengalami ancaman keuangan seperti menerima surel mencurigakan yang mengaku dari bank, situs ritel, sampai permintaan data keuangan.

Penipuan online merupakan salah satu tindak kejahatan yang banyak dilaporkan. Sejak Januari hingga September 2020, penipuan online berada di posisi kedua teratas. Sekitar 28,7% kejahatan siber berasal dari kategori tersebut.

Sejak 2016 hingga 2020 (September), total 7.047 kasus penipuan online dilaporkan. Apabila dirata-rata, maka terdapat 1.409 kasus penipuan online tiap tahunnya.

Penipuan online marak terjadi melalui media sosial. Modusnya pun berbeda-beda, mulai dari rekayasa sosial (social engineering), menjual produk di bawah harga pasar hingga membatasi komentar pada unggahan terkait.

Hal ini harus menjadi perhatian masyarakat, seperti beberapa modus penipuan yang kerap muncul dan menyerang pengguna. Salah satunya modus penipuan online yang marak di Indonesia yakni Phishing.

Phishing merupakan kejahatan siber yang kerap ditemui masyarakat Indonesia. Kejahatan ini dilakukan oleh oknum dengan menghubungi calon korbannya melalui email, telepon, atau pesan teks dengan mengaku dari lembaga resmi.

News Feed