oleh

18 Peserta Ramaikan Lomba Musik Tradisional Kecapi

KORAN.FAJAR.CO.ID, MAROS  —  Sebanyak 18 peserta meramaikan lomba musik tradisional kecapi, yang diselenggarakan di Taman Wisata Alam Bantimurung, Minggu, 26 September.

Lomba ini bertujuan mendekatkan alat musik tradisional kecapi di kalangan milenial, serta menarik wisatawan ke Bantimurung.

Kepala Bidang Kebudayaan, Muhammad Saibi Sukure mengatakan ada sebanyak 18 peserta yang ikut. “Mulai dari kalangan pelajar hingga komunitas ikut serta. Ada 18 peserta,” ungkapnya.

Diakuinya, kegiatan ini sengaja digelar di Kawasan Wisata Alam Bantimurung agar menarik minat pengunjung datang. “Selain menarik minat pengunjung untuk datang ke Bantimurung, ini juga bertujuan memperlihatkan alat musik tradisional kecapi kepada masayarakat terutama kaum milenial. Sebab, selama ini tak semua anak-anak kita tahu keberadaan kecapi ini,” jelas Muhammad Saibe.

Menurut Saibe, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros berupaya agar alat musik tradisional ini bisa dibangkitkan kembali dan bisa meningkatkan wisata Bantimurung.

“Apalagi saat ini, Maros sudah PPKM level 2 diharapkan perekonomian dari sektor pariwisata bisa bangkit. Jadi, meski sudah level 2, kami tetap memperketat protokol kesehatan (Prokes). Jadi pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak,” terang Saibe.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Maros, Ferdiansyah mengatakan, lomba ini diharapkan bisa memperkenalkan kecapi sebagai alat musik tradisional kepada kaum milenial agar mengenal budayanya.

“Jadi ini salah satu upaya kita untuk  mendorong potensi wisata budaya yang sebenarnya luar biasa jika dikembangkan. Selain itu, kita juga mau memberikan hiburan ke para pengunjung agar objek wisata kita ini makin dikenal dan semakin banyak peminatnya,” tutur Ferdiansyah.

Menurutnya, yang juara 1 akan mendapatkan hadiah Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, juara ketiga Rp1,5 juta dan harapan satu Rp1 juta.

Sejak digelarnya lomba musik tradisional kecapi ini, pengunjung Taman Wisata Alam Bantimurung mencapai 2.253 orang. Dibandingkan sehari sebelumnya hanya sekira 500-an pengunjung.

“Jadi, ada peningkatan yang sangat tinggi, meski tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, padahal Maros sudah level 2. Sebelumnya, itu hanya di kisaran 1.000-an pengunjung saja,” ungkap Ferdiansyah.

News Feed