oleh

PN Maros Dinilai Melampaui MA, Eksekusi Rumah di BTN Asabri Ricuh

FAJAR, MAKASSAR – Eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Maros di salah satu rumah di BTN Asabri ricuh. Pihak tergugat dan keluarga tak menerima eksekusi tersebut karena kasasi di Mahkamah Agung (MA) masih berjalan.

Tergugat melalui kuasa hukumnya juga keberatan karena menilai kasus ini tak seharusnya ditangani PN Maros, tetapi PN Makassar . Pasalnya, alamat rumah sengketa ada beralamat di Makassar, bukan Maros.

“Jadi sangat keliru. Pengadilan Maros  terlalu melewati kewenangan,” kata Sufyan Lahabi selaku kuasa hukum tergugat, Mastuning sambil memperlihatkan bukti terima kasasi yang ditangani pihak PN Maros, Senin, (27/9/2021).

Harusnya kata Sufyan, PN Maros menunggu dahulu putusan MA baru melakukan eksekusi. “Kalau begini itu artinya PN Maros tidak menghargai MA. Selama 31 tahun saya jadi pengacara baru kali ini ada kejadian seperti ini. Ada apa dengan Kepala Pengadilan Maros,” kata Sufyan.

Padahal kata dia, pihak tergugat mengaku tidak merasa keberatan untuk mengosongkan rumah tersebut asalkan sudah ada putusan MA. “Tapi sekarang kami keberatan karena kami masih usaha. Beda halnya kalau sudah ditolak MA karena kalau itu artinya sudah tidak ada jalan lagi,” sambungnya.

Meski demikian pihak PN Maros dikawal puluhan kepolisian Polres Maros tetap mengeksekusi rumah tersebut. Eksekusi tersebut  berlangsung cukup lama karena pihak tergugat dan keluarga melakukan perlawanan hingga.

Panitera PN Makassar, Mastur mengatakan eksekusi ia lakukan atas putusan resmi PN Maros. Dasarnya kata dia karena banding yang dilakukan tergugat ditolak Pengadilan Tinggi Negeri, sehingga diterbitkan surat eksekusi.

“Jadi bantahan atau kasasi tidak menghalangi eksekusi,” katanya usai melakukan eksekusi di BTN Asabri.

Terkait alamat rumah, menurutnya itu benar bahwa masuk wilayah Kabupaten Maros. Sebab itu kata dia prosesnya di PN Maros.

Alamat ini pun menjadi kontroversi karena berdasarkan pihak Kartu Keluarga (KK) dan KTP tergugat tercatat masuk wilayah Makassar, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Termasuk warga di sekitar rumah tergugat.

News Feed