oleh

Unibos Seminar Penegakan Hukum yang Berkeadilan dan Manusiawi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan bertemakan “Penegakan Hukum Yang Berkeadilan dan Manusiawi” dalam rangka Dies Natalis ke-35 yang menghadirkan pembicara Hakim Agung Republik Indonesia, Dr. Ibrahim SH, MH, L.L.M,  dilaksankan di Gedung  Balai Sidang 45, Selasa (28/9/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan offline ini, turut dihadiri Rektor Unibos, jajaran wakil Rektor, sekertaris universitas, dekan se-universitas, ketua Lembaga dan Mahasiwa Unibos secara terbatas.

Rektor Unibos, Prof. Dr. Ir. Muhammad Saleh Pallu, M.Eng. dalam sambutannya mengungkapkan, salah satu hakim agung di Indonesia menjadi pembicara dalam seminar ini.

“Kami harapkan apa yang disampaikan bisa memberikan referensi dan wawasan kepada mahasiswa agar nantinya dapat menjadi hakim, juga yang berperikemanusiaan. Banyak  penegakan hukum itu hanya melihat dari segi hukumya saja namun segi humanisnya tidak,” ungkap Saleh Pallu.

Menurut Rektor Unibos, kegiatan ini merupakan salah satu rangkain dies natalis yang ke-35 Unibos. Setiap fakultas melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai bidang ilmu masing-masing.

Sementara itu, Dr. Ibrahim SH., MH., L.L.M menjelaskan dalam paparannya, sifat hukum itu adalah dinamis karena dia hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi alat kebutuhan masyarakat, pranata sosial yang menjadi kelengkapan kehidupan serta mengatur kehidupan bermasyarakat agar tercipta yang disebut dengan tertib sosial atau social order.

“Tujuan daripada hukum adalah untuk memberikan kemanfaatan dan kepastian agar terwujudnya yang namanya keadilan,” ungkap Ibrahim.

Menurutnya, banyak pakar hukum sendiri masih berdebat mengenai apa itu sebenarnya keadilan. Maka dari itu, beberapa indikator pandangan dikemukakan para ahli, seseorang itu dikatakan berbuat adil jika dia memberikan sesuatu kepada yang berhak menerimanya dan apa yang seharusnya diterima.

”Banyak yang mengatakan keputusan hakim itu kadang jauh dari rasa keadilan, tetapi harus diingat bahwa penegakan hukum itu bukan hanya dilakukan hakim, tapi juga terkait dengan penegak hukum lainnya yang dimana pilar penegakan hukum itu, ada polisi, ada jaksa dalam perkara pidana,” papar Ibrahim.

News Feed