oleh

Dialog Publik Universitas Sawerigading Bahas Perang Kelompok Hadirkan Kapolsek Bontoala

FAJARKORAN.CO.ID, MAKASSAR –– Maraknya perang kelompok akhir-akhir ini, memantik reaksi berbagai kalangan untuk mengatasi persoalan kemasyarakatan tersebut. Salah satunya dengan melakukan dialog bersama.

Seperti yang dilakukan Universitas Sawerigading Makassar menggelar dialog publik. Kapolsek Bontoala, Kompol H Syamsuardi, S.Sos.,MH, dihadirkan sebagai pembicara.

Hadir dalam giat tersebut dan sekaligus sebagai Narasumber adalah Dr. Adi Sumandiar, S.Sos.,MSi (Dekan Fakultas Sospol Unsa), Arman, S,Sos.,MSi (Camat Bontoala), KOMPOL H. Syamsuardi, S,Sos.,MSi (Kapolsek Bontoala), Dr.Hj. Asmah, SH.,MH (Dekan Fakultas Hukum Unsa) dan sebagai moderator adalah Marinus Sonda (Duta Kampus Sulsel) serta sejumlah Dosen dan mahasiswa Universitas Sawerigading Makassaar.

Kegiatan yang di kemas sebagai dialog Publik badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sawerigading ini mengusung tema “Dampak Perang Kelompok Terhadap Kehidupan Masyarakat”.

Di awali oleh Moderator Marinus Sonda menyampaikan bahwa tujuan diadakannya dialog publik ini adalah guna mencari solusi terkait dengan maraknya perkelahian atau konflik antar kelompok yang kerap terjadi di kota Makassar khususnya di daerah Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala.

Dialog publik yang dikemas dengan nuansa santai tersebut, tampak para mahasiswa dan peserta yang hadir tetap fokus pada tema dialog dan hal itu terlihat dari berjalannya kegiatan dialog publik cukup dinamis dan interaktif antara peserta dialog dengan pembicara/nara sumber.

Dr. Adi Sumandiar, S.Sos.,MSi dalam paparannya menjelaskan bahwa konflik itu adalah kondisi tanpa adanya keharmonisan, terjadinya suatu pertentangan, tidak adanya kesepakatan dan penyebab pada umumnya adalah adanya perbedaan kepentingan, perbedaan cara pandang ataupun terdapatnya ketidakjelasan tentang tujuan yang akan di capai.

Adapun paparan dari Kapolsek Bontoala KOMPOL H Syamsuardi, S.Sos.,MH mengungkapkan secara riil tentang kondisi saat ini yang terjadi di wilayah hukum Polsek Bontoala utamanya kondisi jalan Kandea Kelurahan Baraya yang sering di gunakan sebagai tempat terjadinya perkelahian antar kelompok yang mana wilayah tersebut saat ini para personilnya sudah membuat pos pengamanan dan melakukan penjagaan selama 1 kali 24 jam guna memberikan rasa aman terhadap masyarakat.

News Feed