oleh

Kader PPP Maros Terancam Dipecat

FAJAR.CO.ID, MAROS  —  Oknum anggota DPRD Kabupaten Maros, SS, yang juga anggota DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP), terancam dipecat jika terbukti melakukan tindakan asusila.

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Maros, Hasmin Badoa menegaskan, tidak akan mentoleransi jika ada kadernya tersangkut masalah asusila.

Hasmin mengatakan, sebagai kader partai pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap kedua kadernya itu. “Untuk masalah hukum, partai tidak akan terlibat dan hal ini kami juga sudah laporkan ke DPW, sisa menunggu proses hukumnya. Jika memang terbukti maka DPC PPP Maros akan menerbitkan rekomendasi pemecatan terhadap kader tersebut,” jelasnya, Rabu (29/9).

Hasmin menegaskan, jika Partai PPP tidak akan mentoleransi jika ada kader yang tersangkut masalah asusila. “Jadi, tidak ada toleransi bagi kader yang tersangkut masalah asusila, narkoba, dan korupsi,” ungkapnya.

Dia juga mengaku telah mendengar klarifikasi dari SS di Jakarta karena bertepatan dengan Bimtek DPRD. “Kita sudah minta klarifikasinya, dan katanya dia sudah koordinasi dengan pengacaranya dan akan mengambil langkah hukum jika kembali dari Jakarta,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kader PPP yang juga anggota DPRD Maros, SS dilapor oleh IMS di Polda Sulsel dengan laporan pemerkosaan.

IMS menceritakan, kejadian naas yang menimpanya terjadi pada Desember 2019. Awalnya, dia yang bekerja di salah satu kantor investasi di Makassar menawarkan kepada SS untuk melakukan investasi. SS setuju.

Setelah itu, SS dan IMS janjian ketemu di salah satu hotel di Makassar, pada awal Januari 2020. Namun, IMS mengaku, SS memintanya untuk ketemu di salah satu kamar untuk mengambil berkas dan uang sebesar Rp50 juta yang dijanjikan.

Saat di kamar, IMS mengaku langsung ditindih. Terjadi hubungan badan. Setelah kejadian tersebut, kata IMS, SS mengatakan dirinya khilaf dan memintanya untuk tidak menceritakan kejadian tersebut.

SS berjanji setelah proyeknya cair, langsung melakukan investasi. Setelah kejadian itu, IMS pulang. Namun, janji SS untuk melakukan investasi tidak dipenuhi.

News Feed