oleh

Pemkab Pangkep dan Unhas Koordinasi Membahas Pengembangan Daerah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR  —  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dipimpin langsung Bupati Muhammad Yusran Lalogau, beserta rombongan mengunjungi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin. Kunjungan dimaksudkan dalam rangka koordinasi dan konsultasi  potensi pengembangan daerah.

Kegiatan berlangsung secara luring terbatas dengan penerapan protokol Covid-19 di Aula LPPM Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (29/9).

Ketua LPPM Unhas Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., menyampaikan sebagai Perguruan Tinggi dengan tanggung jawab pada tridarma, Unhas siap memberikan dukungan dan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep guna mengoptimalkan potensi daerah melalui kajian riset oleh para peneliti.  Pertemuan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat komitmen kerja sama, sekaligus ajang mendiskusikan kebutuhan Kabupaten Pangkep.

“LPPM Unhas banyak berkolaborasi dengan berbagai daerah di Sulawesi Selatan.  Semua kegiatan bermuara pada upaya peningkatan potensi wilayah. Keterlibatan perguruan tinggi tentu sangat dibutuhkan. Kita melihat, 80% kabupaten masih tergantung dengan pusat. Ketika terjadi guncangan di pusat, pasti dirasakan juga oleh daerah. Peran perguruan tinggi mendorong kualitas kemajuan serta kemandirian daerah,” jelas Prof. Unde.

Lebih lanjut, Prof. Unde menambahkan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab bersama dalam mengkaji potensi dan memberikan rekomendasi. Dirinya menjelaskan, LPPM Unhas juga mempunyai dana riset pengembangan yang dapat digunakan dalam menghasilkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau memberikan gambaran tentang potensi produk unggulan dan beberapa hal yang perlu mendapatkan sentuhan perguruan tinggi sebagai upaya memaksimalkan potensi daerah. Beliau mengatakan, Pangkep memiliki produk unggulan seperti garam, ikan bandeng, rumput laut, udang windu dan vaname hingga jeruk besar Pangkep. Keseluruhan produk memiliki kendala dalam hal produksi dan pemasaran.

“Dari tahun ke tahun, sumber daya alam mengalami perubahan. Banyak produk unggulan yang kami miliki, namun adanya keterbatasan dalam hal produksi, seperti kekurangan air bersih yang juga ikut mempengaruhi jumlah produk yang dihasilkan. Olehnya itu, kami membutuhkan inovasi Unhas yang dapat kami terapkan di Pangkep,” jelas Muhammad Yusran.

News Feed