oleh

Bantah Dugaan Pelecehan Seks, Pengacara SS Ancam Lapor Balik IMS

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Heboh dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan SS, anggota DPRD Maros membuat kuasa hukumnya, Andi Mahyanto Mazda angkat bicara, sekaligus memberi klarifikasi. Kasus ini dilaporkan seorang perempuan berinisial IMS.

Mahyanto dengan tegas membatah tuduhan upaya pencabulan yang dilakukan kliennya terhadap IMS. Menurut dia, apa yang dituduhkan  IMS kepada kliennya itu sangat tidak benar.

“Tindakan saudari IMS yang telah menyiarkan di media cetak dan elktronik adalah perbuatan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap klien kami,” tegas Mahyanto, Jumat (1/10/2021).

Mahyanto menambahkan, IMS sudah membuat pernyataan di notaris bahwa tuduhannya selama ini terhadap klien itu tidak benar. Pernyataan di notaris itu dibuat April 2021 lalu.

Anehnya, kata Mahyanto, setelah mengaku salah dan membuat pernyataan di notaris, saudara IMS justru melakukan lagi komprensi pers. Atas tindakannya ini, IMS bisa dijerat tindak pidana pencemaran nama baik dan melanggar pasal 310 KUHP dan pasal 27 UU ITE.

” IMS bersama pengacaranya telah mencabut laporan dugaan pencabulan yang dituduhkan ke SS di Polda Sulsel. Rabu, 21 April 2021 lalu,” kata Mahyanto.

Ada lima poin pernyataan IMS yang disahkan di notaris.

1. Bahwa saya dengan ini menyatakan bahwa tuduhan saya selama ini terhadap saudara SS anggota DPRD Maros terhadap diri saya adalah tidak benar adanya.

2. Bahwa saya dengan ini menyatakan memcabut laporan saya di kepolisian daerah Sulawesi Selatan (sebagai mana laporan surat terlampir)

3. Bahwa saya menyatakan dengan ini mencabut laporan saya di Badan Kehormatan DPRD kabupaten Maros terhadap saudara SS.

4. Bahwa saya dengan ini menyatakan bahwa dengan surat pernyataan ini persoalan dengan saudara SS dengan saya telah selesai.

5. Dan jika saya mengulangi perbuatan saya, maka saya siap dituntut secara hukum.

Karena tindakannya yang plin-plan ini, Mahyanto menyarankan agar IMS diperiksa dokter jiwa. “Mungkin ada kelainan jiwa sampai menuduh dan memfitnah orang tanpa dasar,” katanya.

News Feed