oleh

Mesir Siap Beli Kopi Asal Sulsel, Begini Peluang Pasarnya

FAJAR, MAKASSAR — Potensi pasar kopi di dunia masih besar. Selain Eropa, kini Sulsel melirik pasar lain di Asia dan Afrika.

Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) Perwakilan Sulselbar menyasar negara lain yang punya peluang pasar lebih besar. Salah satu yang akan dituju adalah Mesir. Utamanya Kota Kairo yang memang menjadi potensi tujuan dagang.

Sekretaris DEKOPI Sulselbar, A Sulaiman Andi Loeloe mengatakan, saat ini tren permintaan kopi Indonesia dari Eropa agak seret. Penyebabnya karena standar mulai budidaya, hingga produksi yang tak sesuai dengan ketetapan pasar internasional.

Saat ini, kata dia, Eropa memantau langsung bagaimana budidaya dan profuksi kopi di Indoensia. Mesti ada standar, baik dari segi penggunaan pestisida hingga proses perkebunan lain yang mesti sesuai aturan ekspor mereka.

“Kami mencermati pasar kopi Uni Eropa, beberapa tahun terakhir ini terjadi pertumbuhan yang tidak berkembang. Karena adanya karena adanya beberapa faktor seperti, tarif kontainer, adanya serta ketentuan standar kualitas dan mutu ,” bebernya, Rabu, 29 September.

Makanya, pasar Uni Eropa lebih banyak mencari kopi ke negara lain. Untuk itu, pihaknya berupaya untuk membuka peluang pasar baru. Demi menutupi rendahnya permintaan yang saat ini terjadi di beberapa negara tertentu.

“Nah saatnya kita buka peluang pasar baru. Seperti di Kairo, Mesir. Potensinya besar,” ungkapnya

Salah satu daerah yang berperan penting, menurutnya adalah Sulsel. Kopi disini hadir dalam cita rasa yang beragam. Pihaknya pun berupaya membuka penjualan kopi asar Sulsel ke skala dunia. Salah satunya lewat kemudahan akses untuk ekspor.

Pihaknya pun telah memilih beberapa wilayah dengan kualitas kopi cukup bagus. Apalagi para pengimpor di sana mencari kopi yang harganya tergolong terjangkau. Ada dari Pinrang, Enrekang, dan Jeneponto.

“Pada 6 Oktober nanti kami akan pertemuan zoom dengan Dubes Indonesia untuk Mesir, Lutfi Rauf. Beliau juga orang Soppeng,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan potensi kopi Sulsel memang besar. Untuk itu, pihaknya juga mensuport langkah untuk membuka pasar baru. Pada Juli 2021 lalu, ekspor biji kopi Sulsel ke sejumlah negara mencapai 412,80 ton dengan nilai USD 1,5 juta.

News Feed