oleh

Pasar Peneki Beroperasi, Pedagang Gelar Syukuran

FAJARKORAN.CO.ID, WAJO — Pembangunan Pasar Peneki, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, telah rampung. Pembangunan pasar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperjuangkan Pemkab Wajo, berlangsung sekitar satu tahun.

Wujud syukur atas selesainya pembangunan pasar ini, pemerintah dan masyarakat Kelurahan Peneki, Kecamatan Takkalalla menggelar syukuran Jumat (1/10/2021). Camat Takkalalla, Sandi Borahim, menyampaikan, syukuran ini berkat kebersamaan masyarakat dan inisiatif para pedagang.

“Syukuran ini digelar sebagai bentuk rasa syukur dari masyarakat, khususnya pedagang serta atas pindahnya para pedagang dari pasar darurat menempati pasar baru,” ucap Sandi.

Sandi menuturkan, pembangunan Pasar Peneki punya arti penting bagi masyarakat Kecamatan Takkalalla. Itu karena pasar ini salah satu menjadi pusat aktivitas perdagangan di wilayah timur Bumi Lamaddukelleng.

“Apalagi setelah pembangunan ini, jumlah pedagang yang bisa diakomodir lebih banyak dibanding kapasitas sebelumnya. Bahkan, beberapa pedagang dari luar Kecamatan Takkalalla,” beber Sandi.

Sandi pun terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah serta seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan pembangunan Pasar Peneki.

“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kecamatan Takkalalla menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wajo atas perhatiannya dalam membangun sarana prasarana perekonomian di daerah ini melalui upaya permohonan bantuan dari pemerintah pusat. Insyaallah keberadaan pasar ini akan mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat dan insyaallah akan membawa berkah,” tutur Sandi.

“Saya juga meminta kepada masyarakat, khususnya para pedagang, agar ketika ada masalah langsung menyampaikan kepada penanggung jawab pasar atau pemerintah Setempat untuk dicarikan masalah bersama,” tambahnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Wajo, Yunus, mengatakan syukuran ini menandai pemindahan aktivitas perdagangan dari pasar darurat.

“Bahkan masyarakat dan pedagang meminta agar ditambah hari pasar yang semula hanya hari Rabu dan Sabtu. Mereka menginginkan untuk hari Senin juga. Kami persilakan untuk mencoba penerapannya sambil kita akan evaluasi ke depannya. Jika tidak ada masalah, tentu bisa diterapkan untuk seterusnya,” ucap Yunus.

News Feed