oleh

Oknum Polisi di Polsek Tinambung Diduga Tampar Siswa SMK, Keluarga Korban Keberatan

-Fajar-1.078 views

MAMUJU, FAJAR – Perkelahian di SMK 1 Tinambung berbuntut panjang. Salah satu pihak yang bertikai, keberatan atas dugaan kekerasan yang dilakukan oknum anggota Polsek Tinambung saat menjalankan tugas.

Adalah keluarga Sulkfli, siswa SMK Limboro yang disebut menjadi korban pengeroyokan pada Senin 27 September di SMK 1 Tinambung. Rusnining, kakak korban menyatakan, adiknya mendapat perlakuan yang tak adil dari pihak kepolisian setempat.

“Adik saya itu sudah dikeroyok lawannya, hidungnya sudah berdarah. Tapi malah kena juga tamparan dari Pak Polisi saat proses didamaikan,” kata Nining saat dihubungi FAJAR, Sabtu 2 Oktober.

Saat diinterogasi di Polsek Tinambung, kata Rusnining, Zulkifly juga mendapat perlakuan yang menurutnya tendensius. Adiknya disuruh Push-Up, buka celana (meskipun ditolak Sulkifli) dan dibotak. Sementara pihak lawan yang disebut, Nining sebagai pengeroyok, tidak diperlakukan serupa. “Tidak ada, hanya adik saya yang dikasi begitu,” ujarnya.

Kapolsek Tinambung, IPTU Rustam Abdul Gani membenarkan soal adanya personel Polsek Tinambung yang datang ke SMK 1 Tinambung pada Senin 27 Oktober. Ada laporan keributan, kata dia, makanya anggota saya ke sana, dipimpin Kanit Intelkam.

“Di sekolah itu didamaikan, sudah itu dibawa ke Polsek. Jadi sebenarnya sudah damai,” kata dia saat dihubungi FAJAR, Sabtu 2 Oktober.

IPTU Rustam juga mengatakan bahwa sehari setelah kejadian, keluarga Sulkifli datang menyampaikan laporan keberatan atas perlakuan sejumlah anggota Polsek Tinambung.

“Waktu kakaknya datang, dia cuma bilang orangnya gendut perutnya besar. Saya juga belum tahu siapa ini anggota, karena saya juga perutnya besar,” kata dia.

Meski begitu, IPTU Rustam berjanji akan memproses laporan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa persoalan ini mesti dilihat secara utuh. Sebab, menurutnya kelompok Muhidin dan Zulkifly-lah yang datang menyerang ke SMK Tinambung, termasuk membawa anak-anak yang tidak sekolah.

“Zulkifly itu Anak SMK Limboro. Setahu saya mereka yang datang menyerang. Kira-kira begitulah cerita singkatnya. Makanya tindakan anggota saya dan guru SMK Tinambung itu mendamaikan masalah anak-anak ini,” ujarnya.

News Feed