oleh

Agen Tranformasi Pendidikan

Penulis : Diyah Kurnia Halim

MERDEKA Belajar yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, memperkuat sistem pendidikan di Indonesia dengan memberikan kepercayaan yang setinggi-tingginya kepada guru.

Guru Penggerak menjadi tokoh utama dalam transformasi Pendidikan di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia pada pertengahan 2020 untuk pertama kalinya memperkenalkan dan meresmikan Program Guru Penggerak.

Guru dapat meningkatkan kompetensinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid melalui program guru penggerak. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik profesional.

Guru Penggerak dirancang untuk dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan. Kemendikbud memberikan kesempatan kepada para guru-guru terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia.

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid. Selain itu, guru penggerak juga menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Guru Penggerak diharapkan dapat menjalankan perannya menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Kemudian menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah dan mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah.

Selain itu, Guru Penggerak juga membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

Peran Guru Penggerak memang sangatlah krusial bagi dunia pendidikan Indonesia. Tidak heran calon guru penggerak melalui berbagai proses sebelum dinyatakan lulus sebagai guru penggerak.

Di awali tahap pertama pengisian biodata diri, essay dan tes bakat skolastik. Tahap kedua simulasi mengajar dan wawancara. Tahap ketiga mengikuti program pendidikan yang meliputi pelatihan daring, lokakarya, konfrensi, dan pendampingan selama 9 bulan.

Proses pendidikan guru penggerak menghadirkan berbagai manfaat positif bagi pesertanya. Manfaat itu yakni mengembangkan Kompetensi dalam Lokakarya Bersama, pengalaman belajar bersama dengan rekan guru lain yang sama-sama lolos seleksi program guru penggerak dari berbagai daerah.

News Feed