oleh

Hamzah : Pemecatan Petugas Kebersihan Tidak Manusiawi

FAJAR, MAKASSAR — Ketua Fraksi PAN DPRD Makassar, Hamzah Hamid, angkat suara terkait pemecatan 30 petugas kebersihan di Kecamatan Tamalanrea. Hal tersebut dianggap sangat tidak manusiawi, di tengah kondisi pandemi covid-19.

Bahkan, Hamzah menganggap itu tak lebih dari efek Pilwalkot Makassar. “Sangat disayangkan tindakan camat yang tidak berperikemanusiaan dan tidak punya perasaan dan empati terhadap masyarakat kecil. Mereka korban politik yang tidak tahu apa-apa. Mereka taunya bekerja menggais sampah untuk menghidupi istri dan anaknya, hanya karena laporan dari oknum tertentu mereka dipecat. Saya yakin Pak Wali Kota Makassar Dany Pomanto tida tahu menahu tindakan Camat Tamalanrea yang tidak bijak menerima Amanah,” kecam Hamzah.

Lebih lanjut Ketua DPD PAN Makassar itu mengatakan, tindakan main pecat ini merupakam peristiwa yang mencoreng wajah pemerintahan Kota Makassar. Apalagi yang jadi korban adalan masyarakat kecil.

“Saya berharap Wali Kota Makassar memberi tindakan tegas terhadap Camat Tamalanrea yang telah semena-mena terhadap pekerja sampah. Ini sungguh memilukan,” sesalnya.

Di saat masyarakat susah mendapatkan pekerjaan, kata Hamzah, pemerinta malah membuat kebijakan yang tidak semestinya hanya karena adanya laporan  perbedaan pilihan di saat pilkada lalu. Dendam politik itu menyebabkan 30 Kepala keluarga harus kehilangan pencaharian. Ditambah anak dan isteri melebihi tindakan perusahaan swasta.

Menurut Hamzah, awalnya dia mendapatkan informasi yang dipecat oleh camat hanya tujuh perugas kebersihan. Ternyata setelah dicek lebih lanjut, mencapai 30 petugas kebersihan yang diberhentikan.

“Setelah saya konfirmasi dengan para petugas kebersihan terkait pemecatannya, para pekerja berharap dapat bertemu dengan Camat Tamalanrea. Namun, kabarnya camat tidak mau menerima mereka. Nah, ini yang sangat disayangkan,” kata Hamzah.

Mahmud, perwakilan eks petugas kebersihan Kecamatan Tamalanrea mengakui sudah dipecat. Dia memgaku kaget karena diberitahu oleh lurah dan sekcam agar tidak lagi bertugas di Kecamatabmn Tamalanrea.

“Tanpa alasan yang jelas kami diberhentikan. Motor yang kami gunakan sehari-hari mengangkut sampah langsung ditarik. Ini jelas menzalimi kami para pekerja rendahan yang berharap banyak dari gaji bulanan dari honor petugas sampah,” ujarnya.

News Feed