oleh

Wakili Papua, Pebalap Sulbar Raih Medali Emas

KORAN.FAJAR.CO.ID, PAPUA – Pembalap asal Polman Fahmi Basam meraih medali emas di gelaran PON Papua. Mirisnya, anak muda kelahiran Wonomulyo 22 Mei 2004 ini tidak mewakili Sulawesi Barat tetapi Papua.

Fahmi meraih medali emas pada kategori perorangan motor kelas 150 cc standar. Ia finish di posisi pertama. Sejatinya, Fahmi bisa mendapat dua medali emas, seandainya rekan timnya di kategori beregu bisa mengimbangi poin anak Wonomulyo tersebut.

“Kategori regu, poinnya ketarik, ke posisi tiga. Dapat medali perunggu, karena temannya finish posisi 15,” kata Firdaus Basam, ayah Fahmi saat dihubungi FAJAR, Rabu 6 Oktober.

Sang ayah menjelaskan kalau anaknya memang sering ikut kejuaraan balap mewakili daerah lain. Sebelum mewakili Papua, Fahmi mewakili Kabupaten Barru, pada kejuaraan balap Pra Pon dan Pra Porda.

“Fahmi juga pernah wakili Sulbar di Kolaka. Waktu itu dia pecah telur, juara,” ucapnya.

Ihwal Fahmi tidak mewakili Sulbar pada gelaran PON Papua, Firdaus enggan menanggapi. Menurut dia, proses pemilihan itu wewenang dan hak pemerintah provinsi, dalam hal ini IMI Sulbar.

“Saya tidak tahu kalau itu,” ujarnya sembari tertawa.

  • Curi Baju Balap Ayah *

Sejak kelas 4 SD, Fahmi Basam sudah lihai menunggangi sepeda motor balap milik ayahnya. Diam-diam juga sering megambil baju balap di bengkel sang ayah di Jalan Kapten Jumhana, Wonomulyo Polman.

Firdaus Basam, ayah Fahmi menceritakan awal mula sang anak terjun di dunia balap. Awalnya, kata dia, Fahmi diajar mengendarai sepeda motor oleh montir bengkelnya.

“Tidak lama pintar bawa motor, saya dengar dia sering balap-balap di Jalan Raya dan di pinggir lapangan Wonomulyo,” ujarnya.

Firdaus empat khawatir anaknya terjun di dunia balap. Alasannya dia masih kecil. Namun keraguan itu, akhirnya pelan-pelan dijawab oleh Fahmi.

Saya pernah sewa pembalap untuk tim bengkel saya, lanjut Firdaus, tapi gagal juara, motornya rusak. Mengetahui itu, Fahmi marah, dia bilang kepada saya, kenapa bukan saya yang joki.

News Feed