oleh

Dapatkah Olahraga Membunuhmu?

-Opini-316 views

Oleh: Bambang Budiono

(Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah/Pemerhati masalah kesehatan tinggal di Makassar)

Kita sering mendengar nasihat dokter untuk melakukan olah raga secara teratur. Kita juga telah memperoleh banyak pemahaman bahwa olah raga memiliki dampak positif terhadap tubuh. Para ahli bahkan menyetarakan bahwa olah raga yang tepat ibarat minum polipil, karena memiliki dampak penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi, penurunan kadar kolesterol jahat, dan juga mempermudah regulasi gula darah pada penderita diabetes melitus.

Namun demikian perlu dipahami bahwa olah raga ibarat pisau bermata dua, disatu sisi menyehatkan tubuh namun disisi lain juga bisa mencelakakan jika kita tak melakukan pengelolaan takaran olah raga dengan tepat.

Kita pasti pernah mendengar seseorang yang kolaps, jatuh pingsan, atau bahkan meninggal dunia saat berolahraga. Tahun-tahun awal ketika olah raga lari banyak diminati masyarakat, Jim Fixx meninggal saat berlari pada usia 52 pada tahun 1984, tujuh tahun setelah penerbitan bukunya yang populer “The Complete Book of Running.” Hasil otopsi mengungkapkan adanya penyakit jantung koroner yang amat parah, sebagai penyebab kematian.

Kemudian, pelari ultramaraton Micah True, pahlawan buku Christopher McDougall tahun 2009, “Born to Run,” meninggal saat lari maraton pada usia 58; saat otopsi, ditemukan jantungnya sangat membesar. Dan ada pelari maraton asli, Pheidippides Yunani kuno, yang dikatakan telah berlari Marathon sejauh 25 mil ke Athena, berteriak “Nike!” (“Kemenangan!”) lalu pingsan.

Pertanyaan yang sering mengusik pikiran adalah : Bisakah olahraga membunuhmu? Untuk beberapa yang tidak beruntung, jawabannya adalah “ya”. Ada sedikit kekhawatiran bahwa ketika seseorang berolahraga dengan cukup keras, maka terjadi peningkatan denyut nadi dan laju pernapasan pada level tertentu – memiliki risiko kematian mendadak yang lebih tinggi. Lalu apakah hal itu kemudian mengkhawatirkan untuk para penggemar olah raga ketahanan seperti maraton, triatlon, balap sepeda, dan lain lain?

Kebanyakan ahli akan mengatakan, “Jelas tidak.” “Saya tidak berpikir ada bahaya di luar sana. Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa atlet ketahanan memiliki hidup lebih pendek,” kata Paul D. Thompson, kepala kardiologi di Rumah Sakit Hartford Connecticut, yang telah mempelajari efek dari olahraga ekstrim.

News Feed