oleh

Relawan Pajak 2021 Ditutup

FAJAR, MAKASSAR- Program Relawan Pajak 2021 resmi ditutup. Selama ini, tim relawannya berasal dari tax center di enam perguruan tinggi di Makassar.

Sebut saja, Politeknik Bosowa, Universitas Bosowa, Universitas Islam Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin (Uinam), Universitas Kristen Indonesia, Institut Bisnis dan Keuangan Nitro.

Penutupan dilakukan oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Eko Pandoyo Wisnu Bawono secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Sekadar diketahui, Relawan Pajak ini bertugas memberi penyuluhan perubahan keterampilan dan sikap masyarakat, aparat pemerintah dan perusahaan agar berkontribusi untuk mematuhi perpajakan yang berlaku. Serta mengoptimalkan kegiatan penyuluhan melalui pihak ketiga maupun kerjasama.

Eko Pandoyo Wisnu Bawono berterima kasih atas partisipasi kepada 78 Relawan Pajak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini.

” Dengan menjadi relawan pajak, kompetensi dan pengalaman teman-teman diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan perpajakan, kemampuan komunikasi serta kompetensi dalam bidang perpajakan juga ikut meningkat,” ujarnya , Selasa (6/10/21).

Adapun tingkat kepatuhan SPT mencapai 93 persen. Hal tersebut menjadikan kanwil Sulselbartra mencapai tingkat kepatuhan formal yang baik secara nasional.

Eko Pandoyo berharap masyarakat masih tetap bersedia memberikan pengetahuan di lingkungan sekitar walaupun kegiatan relawan pajak 2021 telah berakhir.

Dalam kesempatan ini, Ketua Tax Center Politeknik Bosowa, Veronika Sari Den Ka menuturkan Tax Center dapat berperan sebagai perpanjangan tangan dari Kanwil dan KPP sebagai pusat penyuluhan informasi terkini perpajakan. Sebab, kata dia, banyak Wajib Pajak yang takut konsultasi dengan petugas pajak atau terkendala saat akan ke KPP terdaftar.

” Kami berharap Kanwil DJP Sulselbartra dan KPP dapat mempromosikan eksistensi Tax Center kepada masyarakat terutama wajib pajak dan calon wajib pajak yang berpotensi memiliki penghasilan, selain itu yang berpotensi memiliki pendapatan bisa dideteksi melalui sosial media atau database perpajakan,” tuturnya

Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen, Mauludin Gojali mengatakan edukasi dari dosen atau mahasiswa lebih baik dalam berkomunikasi kepada wajib pajak sehingga membuka pintu informasi perpajakan yang lebih luas.

News Feed