oleh

Temukan Narkoba 49 Kg, Aparat Lanjut Menyisir

FAJAR, MAKASSAR—Kejahatan di perairan mesti dipantau terus. Banyak kasus narkoba terselundup via laut.

Atas dasar itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbangsel) dan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulsel melakukan patroli laut bersama.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJBC Sulbangsel Nugroho Wahyu Widodo menuturkan satuan tugas patroli laut bersama ini bersinergi. Mereka mencegah masuknya barang ilegal yang akan merusak anak bangsa.

Penyelundupan narkoba telah beberapa kali masih ditemukan. Jumlahnya begitu banyak. Sampai puluhan kilogram. Terakhir 49 kg yang diamankan. Ini adalah jumlah yang cukup besar untuk Sulsel.

Yang lebih dikhawatirkan, narkoba sudah sampai pelosok. Karenanya, tim cyber patrol dibentuk untuk melacak. Mendeteksi ketika ada kiriman barang dari luar yang masuk ke Sulsel.

“Termasuk sampai pelosok seperti Bulukumba, Enrekang, sampai tempat yang memang tidak disangka. Tempat terpencil pun jadi sasaran mereka,” ujar Nugroho di Lapangan Dermaga Hatta, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Kamis, 7 Oktober 2021.

Sinergi dengan Dit Polairud Polda Sulsel diharapkan bisa membendung. Untuk saat ini ada dua titik yang menjadi fokus operasi. Pertama dari utara, yakni selat Makassar.

“Dari utara yang dari Tarakan dan Nunukan sering ada kapal-kapal yang membawa barang ilegal berupa narkoba,” urainya.

Kedua dari selatan. Barang dari timur leste juga akan disetop di selatan. “Dua tempat itu akan menjadi Favorit untuk penyelundupan,” sambungnya.

Hal itu dikarenakan Selat Malaka sudah dibendung dengan sangat ketat. Makanya, pelaku mengalihkan barangnya dari Malaysia maupun dari Singapura langsung ke Timor Leste.

Maka dari itu ketika dirapatkan barisan antara Polairud dan Bea Cukai, tentu akan mempersempit gerak dari penyelundup. Ini akan membuat mereka berhitung ulang untuk melakukan penyelundupan barang ke Sulsel.

“Partoroli ini akan kami lakukan selama satu bulan dan akan dilakukan secara bersama-sama,” tegangnya.

Ini juga sebagai upaya peringatan kepada para penyelundup bahwa pengawasan telah diperketat untuk masuknya barang-barang ilegal. Personel yang turun ada dua armada.

News Feed