oleh

Yayasan Hadji Kalla Bersama Lazismu Gelar Pemberdayaan Mualaf

-Event, Fajar-280 views

FAJAR, MALILI — Dalam upaya memberikan bimbingan kepada umat muslim mualaf yang ada di Kabupaten Luwu Timur, Yayasan Hadji Kalla berkolaborasi bersama Lazismu Sulawesi Selatan menggelar kegiatan pemberdayaan mualaf (7/10).

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberi penguatan pemahaman keagamaan keislaman kepada umat muslim mualaf. Kegiatan ini sukses digelar di Masjid Nur Rahman, Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

Drs. H. Sutawar selaku Ketua 3 BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Luwu Timur mengatakan, data mualaf yang ada di Luwu Timut tercatat lebih dari 1.000 orang. Semoga kedepannya, pemberdayaan mualaf tetap berlanjut hingga ke tahun berikutnya. Selama ini banyak masyarakat yang masuk Islam, namun hanya sekadar bersyahadat tanpa ada program pendampingan.

“Saya secara peribadi dan lembaga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Hadji Kalla dan Lazismu Sulawesi Selatan dengan digelarnya kegiatan yang memberikan perhatian kepada mualaf terutama daerah pelosok. Semoga kegiatan ini mendapatkan bimbingan dan kelancaran dari Allah SWT,” ungkapnya.

Aparat Pemerintah Desa Mandiri dalam hal ini yang mewakili Andi Mappangara selaku kepala dusun mandiri berharap agar mualaf di Kabupaten Luwu Timur, secara kesadaran penuh menginginkan masuk Islam. Bukan lantaran paksaan atau lain sebagainya.

“Bagi yang sudah memutuskan untuk masuk ke Islam, saya harap itu adalah pilihan terbaik yang sudah diputuskan atas kesadaran diri sendiri, bukan paksaan,” tegasnya.

Di akhir sambutan  perwakilan dari yayasan hadji kalla ibu Ria Supratman bidang Islamic Care mengatakan untuk menjadi mualaf dan mempertahankan kemualafan tdk mudah terutam tangan ekonomi dan keluarga terdekat, semoga kedepannya ad kerjasama terkait program mualaf.

“Program ini semoga dimanfaatkan karena menuntut ilmu itu tidak muda, proses yang dilalui untuk program ini cukup panjang sehingga bisa terlakasana pada hari ini, semoga melalui kegiatan ini kami  mengharapkan yayasan hadji kall dapat pahala dengan  keseriusan peserta mengikuti pelatihan ini, terima kasih dan bisa belajar,” tuturnya.

Bunda Tulas, perwakilan mualaf berharap, supaya mualaf bisa konsisten untuk belajar, salah satu faktor penyemangat adalah ekonomi. “Jadi, ke depanya ada rumah singgah yang bukan hanya belajar tetapi dilaksanakan juga pembinaan ekonomi supaya mereka bisa  serius dan konsinsten untuk belajar tanpa harus khawatir permasalahan ekonomi,” harapnya.

News Feed