oleh

Konferensi Internasional UMI Dihadiri Tujuh Negara

FAJAR, MAKASSAR- Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menyelenggarakan pertemuan Internasional bersama tujuh negara. Kegiatan yang diadakan secara daring, berpusat di Auditorium Aljibra Kampus UMI, 11-12 Oktober.

International Conference tahun ini merupakan yang ketiga, membahas terkait isu halal, Policy, culture and sustainability UMI tahun 2021. Negara berpartisipasi adalah Filipina, Kanada, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, dan Mesir.

Ketua Panitia, The 3rd International Conference UMI, Ishaq Shamad mengatakan konferensi ini dilatarbelakangi dari UMI yang menyadari pentingnya melakukan perubahan. Sebab, tidak ada yang dapat menghalangi arus globalisasi.

” Yang bisa dilakukan hanyalah bagaimana mempersiapkan diri untuk menghadapi era baru dalam globalisasi, apalagi mengingat dunia berubah dengan cepat,” ucapnya.

Mengantisipasi hal tersebut, UMI telah mencanangkan berbagai program menuju World Class University. Salah satu upayanya, menjalin kerja sama dengan institusi luar negeri.

“Kami juga akan mendatangkan para pembicara dan keynote speaker dari berbagai negara pada setiap kegiatan UMI. Termasuk mempersiapkan narasumber dari sumber daya UMI sendiri,” ucapnya.

Konferensi ini bertujuan untuk mensukseskan UMI dalam program internasionalisasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan stakeholders UMI. Khususnya masyarakat luas dengan mempercayakan UMI sebagai wadah mendidik mahasiswa.

Rektor UMI, Prof Basri Modding mengatakan ajang konferensi internasional ini dihadiri oleh perwakilan sejumlah negara serta publikasi hasil penelitian mahasiswa dan dosen. Juga membahas isu strategis pembangunan saat ini.

Melalui kegiatan ini, kata dia, ia mendorong para dosen, peneliti dan mahasiswa untuk selalu berkolaborasi dalam pembangunan sesuai dengan arahan dan kebutuhan masyarakat. Khususnya dalam isu halal, kebijakan dan keberlanjutan.

“Ini juga untuk memudahkan publikasi karya ilmiah dalam prosiding atau jurnal yang terindeks scopus. Serta, untuk mengetahui kesiapan institusi pendidikan dalam melaksanakan kebijakan kesehatan di era globalisasi,” ucapnya.

Prof Basri menambahkan, konferensi Internasional UMI akan menjadi kegiatan tahunan. Sehingga bermanfaat bagi umat secara global, terutama dalam keberlanjutan isu dan kebijakan halal di berbagai negara.(wis/lin)

News Feed