oleh

Tinju Hanya Kebagian Perunggu

FAJAR, JAYAPURA — Target satu medali emas tinju Sulsel lepas di PON XX Papua. Petinju kelas 52kg Sulsel, Yosua Holy Masihor harus mengakui ketangguhan wakil Riau, Ingatan Illahi, di GOR Cendrawsih APO, Kota Jayapura, Senin, 11 Oktober. 

Hasil tersebut membuat Sulsel hanya meraih medali perunggu. Cedera lengan kanan jadi penyebab.

Petinju yang akrab disapa Oy itu akhirnya bermain tidak seperti biasanya. Pukulan tangan kanannya tidak lagi keras. Jab, huk uppercut maupun straightnya, begitu lemah. Petinju 21 tahun itu bahkan lebih banyak bertahan hingga ronde ketiga selesai dan dia dikalah poin. 

‘’Lengan kanan Oy cidera. Kalau dia memukul gtangannya terasa nyeri. Ya, apa boleh buat. Harus diakui kali ini lawan lebih mujur,” ujar Pelatih Tinju Sulsel, Dufri Masihor, Senin, 11 Oktober.

Manajer Cabor Tinju Sulsel, Muh Tawing mengatakan untuk memulihkan rasa nyeri di lengan atlet binaanya itu butuh waktu minimal satu minggu.

‘’Tapi waktu recovery sangat terbatas. Ini salah satu penyebab. Tapi mau diapa lagi. Memang  sudah seperti itu aturannya,’’ kata Ketua Pertina Kota Makassar, ini.

Dengan demikian kandasnya Oy di babak semifinal mengubur impian Sulsel menjaga tradisi emas PON. Ia hanya pulamng membawa medali perunggu.

Meski begitu menurut Tawing tidak ada yang harus disesali.  ‘’Kita sudah berusaha. Tapi Tuhan berkehendak lain. Yang pasti saya tetap mengapresiasi kerja keras pelatih dan seluruh atlet baik selama persiapan hingga pelaksanaan PON di Papua,” kata dia.

Pada pelaksanaan pesta olahraga multieven nasional empat tahunan ini Sulsel melolsokan lima atlet. Selain Yosua Holy Masihor,  empat lainnya yakni Hindriawati Haer, satu-satunya atlet putri yang turun di kelas 54 kg. Daud Fairyo kelas 64 kg, Jhon Yambe kelas 75 kg dan Haris Mongga kelas 91 kg. Dari lima atlet tersebut, hanya Oy yang naik ring sampai babak semifinal. Empat petinju lainnya gugur di babak penyisihan.(sal)

News Feed