oleh

Awas! Panggilan Mesra di WA Bisa Dianggap Zina

FAJAR, MAKASSAR — Hati-hati membuat panggilan mesra di medsos. Bisa dikategorikan zina.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Muhammad Rivai menjelaskan yang namanya suami-istri kemudian membangun hubungan dengan orang lain, tetap dikategorikan melakukan perbuatan perzinahan.

Apalagi, jika orang itu masih memiliki hubungan perkawinan dengan orang lain. “Selingkuh itu bahasa awamnya. Kalau bahasa hukumnya, ya, perzinahan,” kata Rivai, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, baik yang dilakukan dengan berhubungan badan atau pun melalui virtual berbentuk pesan-pesan dengan panggilan mesra, itu sudah masuk dalam unsur undang-undang perzinahan yang ada di Pasal 284 KUHP.

Menurut Rivai, pesan-pesan dengan panggilan mesra dijadikan polisi sebagai pintu masuk untuk menyelidiki hubungan di balik panggilan mesra tersebut. “Makanya kita masih terus mendalaminya. Yang pasti kondisi terlapor saat ini belum terbukti melakukan perzinahan secara fisik,” tutupnya.

Saat ini, polisi memang sedang menyelidiki dugaan perselingkuhan antara N (35), seorang mantan pejabat di lembaga pengawasan kepemiluan Makassar dengan AP (37), seorang aparatur sipil negara (ASN).

Hubungan keduanya membuat S (42), suami dari AP, curiga dan murka. Ia melihat perilaku AP selama berada di dalam rumah sejak akhir september yang lalu. Akhirnya ia melaporkannya ke Polrestabes Makassar.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando K Sambolangi membenarkan informasi tersebut. Namun, baru bisa dilakukan penyelidikan untuk menguatkan dugaan yang dilaporkan oleh S.

“Jadi S itu datang ke sini untuk melaporkan istrinya sendiri. Ia menduga istrinya telah berselingkuh dengan cara mengirimkan pesan-pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dengan panggilan mesra kepada terlapor lainnya yang berinisial N,” katanya.

Ini yang menjadi dasar penyelidikan, kata Lando, sebab panggilan mesra biasanya memiliki multitafsir. “Maka dari itu dia buat surat laporannya, agar bisa ditelusuri apakah ada unsur-unsur pidana perzinahan di dalamnya atau tidak,” urainya.

Lando menjelaskan untuk profesi dari kedua terlapor tersebut juga masih dalam didalami oleh penyidik. “Sepengetahuan saya untuk terlapor N, mengakunya kepada penyidik adalah seorang pengacara. Sedangkan AP, istri dari pelapor merupakan ASN, tapi entah memiliki jabatan struktural atau tidak, itu tidak kami dalami lebih merinci,” jelasnya.

News Feed