oleh

Sudah Sepekan, Pertalite Khusus di Lutra Langka

FAJAR, MASAMBA-Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite khusus di Tana Luwu langka. Khususnya yang ada di SPBU di Luwu Utara, selalu cepat habis. Kondisi itu sudah terjadi selama kurang lebih sepekan.

Pantauan dari seluruh SPBU di Luwu Utara, Selasa pagi, Selasa (12/10/2021), aktivitas SPBU Aktivitas terlihat lengang.

Salah seorang warga Masamba bernama Ichsan mengaku terpaksa membeli BBM botolan di Pinggir jalan. Alasannya, semua SPBU tidak menjual BBM. “Supaya bisa sampai di rumah, kita beli BBM botolan,” ujarnya.

Komisi I DPRD Luwu Utara langsung menyikapi soal kurangnya pasokan BBM terutama pertalite khusus dan beberapa BBM lainnya. Anggota Komisi I DPRD Luwu Utara, Edi Sudarto menuturkan, pihaknya sedang melakukan hearing terhadap pengelola SPBU se-Luwu Utara terkait susahnya warga mendapatkan BBM belakang ini.

Menurut dia, dewan protes karena warga susah dapat BBM di SPBU. Ironisnya, kata dia, justru di luar SPBU ada BBM botolan yang dijual. Kelangkaan ini, lanjutnya, sudah sekitar sepekan terjadi.

“Untuk itu, diharapkan kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas DP2KUKM untuk berkoordinasi kepada pihak Pertamina. Kelangkaan BBM saat ini sangat merugikan rakyat. Karena rakyat sangat kesulitan mendapatkan BBM, sehingga berdampak pada percepatan distribusi ekonomi khususnya hasil pertanian dan perkebunan,” jelasnya.

Dia menduga kelangkaan BBM karena kurang suplai dari pertamina ke SPBU.

Head Fuel Terminal Manager (FTM) Pertamina Karang-Karangan Palopo, Chikara mengatakan, telah mengecek di bagian distribusi, ternyata tidak ada kendala stok BBM.

“Mungkin terjadi antrean karena masyarakat terfokus pada SPBU tertentu,” kata Chikara.

Dia malah menyebut, BBM jenis pertalite khusus ini masih aman hingga sembilan hari ke depan. Kapal tengker akan kembali mendistribusi BBM ke Pertamina Palopo pada 15-16 Oktober mendatang. Kapal tersebut mengangkut 1.500 ton BBM.

“Kalau stok BBM hanya tersedia 1.000 ton, akan disuplai 1.500 ton. Kalau kosong maka didistribusi 3.000 ton ke tangki Pertamina Palopo,” tambahnya. (shd/lin)

News Feed