oleh

Jas Hujan di Bawah Terik Matahari

-Investigasi-1.516 views

Laporan: Irmalasari

KETUA Badan Khusus (BK) Rumah Singgah Pasien (RSP) Majene, Sulawesi Barat, Muzammil memacu motornya menuju Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo, 16 April 2020.

Matahari bersinar sedang terik-teriknya. Namun Muzammil justru mengenakan jas hujan. Bukan apa- apa, ia hendak menjemput seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 namun tidak memiliki Alat Pelindung Diri (APD), apalagi mobil.

Tak ada pilihan lain, tugas ini harus diambil alih Muzammil selaku ketua karena yang lainnya diliputi keraguan.

Sempat terjadi aksi saling tunjuk sebelum Muzammil tampil menyatakan kesiapan dirinya untuk menjemput pasien positif Covid-19, sekampungnya, bernama Tante Kida.

“Tante Kida mengidap kanker sehingga harus rutin cuci darah. Nah, saat pandemi, sebelum cuci darah, ia diharuskan swab test. Ia dinyatakan positif dan pihak rumah sakit mengizinkannya pulang untuk melakukan isolasi mandiri. Deh bingung meki. Terpaksa Muzammil yang jemput pake jas hujan sepuluh ribuan. Lucunya kemarin itu, dia pake jas hujan baru panas matahari,” kenang Ketua Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I), Andi Muhammad Rivat, Jumat (15/10/2021).

Sukses mengevakuasi Tante Kida dari Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo, tak berarti persoalan selesai. Muzammil dan kawan-kawannya kembali dihadapkan dengan masalah baru. Tak dinyana, pasien RSP lainnya tidak terima jika Tante Kida tinggal bersama mereka lagi. Akhirnya, Tante Kida terpaksa disewakan satu kamar khusus di belakang rumah singgah.

“Ada sedikit konflik dengan pasien yang lain. Mereka bilang ‘masa bawa pasien covid ke sini sedangkan kami juga di sini sakit, jangan sampai natulari ki’. Di situ kami sempat pusing, karena kalau mau dibawa ke sekretariat, kita juga di sini banyak. Terpaksa dibukakan kembali satu kamar,” jelas Rivat.

Cerita Tante Kida ini hanyalah salah cerita dari ratusan pasien rujukan yang dibantu IM3I melalui BK RSP Majene. Terhitung dari Januari hingga Oktober 2020 lalu, tercatat ada 551 pasien rujukan yang berasal dari Majene, 3 di antaranya positif Covid, difasilitasi dan dirawat oleh mereka. Dalam proses membantu pasien tersebut, tak sedikit mahasiswa yang menjadi relawan terpaksa mengorbankan kuliahnya.

Komentar

News Feed