oleh

Kasus Sekret Pers Kampus, UMI Bantah Polisikan Mahasiswa

FAJAR, MAKASSAR—Pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkat bicara. Membantah tuduhan melaporkan mahasiswa ke polisi.

Saat ini, dua mahasiswa UMI ditahan atas dugaan menganiaya operator ekskavator dan melakukan pengrusakan alat. Kasus ini berbuntut pada pemanggilan dua mahasiswa berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/413/X/2021/Polda Sul-Sel/Restabes Makassar tanggal 16 Oktober 2021.

Laporannya tentang dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengrusakan sebagaimana dalam Pasal 351 ayat (1) KHUPidana atau pasal 406 KHUPidana.

Koordinator Tim Hukum UMI Prof Sufirman Rahman mengatakan memang benar ada dua mahasiswa UMI bernama Ari Nugraha dan Sahrul Pahmi yang kini tengah ditahan pihak kepolisian. Keduanya merupakan pengurus lembaga pers mahasiswa.

Yakni, Unit Penalaran dan Penerbitan Mahasiswa (UPPM) UMI. Menurut Sufirman, dua mahasiswa itu dilaporkan oleh operator ekskavator kepada pihak kepolisian.

“Laporannya mengenai dugaan kasus penganiayaan kepada pekerja ekskavator yang akan membongkar sekret mahasiswa untuk diperbaiki,” ucap Sufirman, Senin (8/11/2021).

Tak hanya itu, kata Sufirman, mereka juga mendapat laporan telah melakukan pengrusakan, saat menolak penggusuran Sekretariat UKM UMI beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan kasus yang menyeret kedua mahasiswanya bukan atas laporan pihak UMI. Sehingga, Sufirman menyayangkan adanya tudingan yang menyebut pihak kampus lepas tangan atas kasus tersebut.

“Rektor juga tidak pernah lepas tangan, masa anak kita terlibat masalah kita mau lepas tangan. Mereka pihak perusahaan yang melapor, bukan UMI,” tegasnya.

Sufirman menjelaskan insiden tersebut bermula dari kebijakan Rektor UMI Prof Basri Modding yang ingin membangun sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMI yang lebih representatif. UPPM UMI merupakan salah satu UKM di bidang pers kampus.

Alasannya, sekretariat yang terletak tepat di samping Auditorium Al-Jibra UMI itu terlihat sangat kumuh. Padahal sebagai kampus terakreditasi unggul, UMI bukan hanya perlu unggul dari sisi akademik, tetapi juga sarana dan prasarana.

Sehingga, pembangunan sekretariat UKM UMI dianggap perlu. Namun, pada saat akan dilakukan pembongkaran, pihak mahasiswa justru melakukan penolakan. Alat berat berupa ekskavator dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Komentar

News Feed